Hamilton Start Terdepan di GP AS

Austin: Lewis Hamilton memastikan diri start terdepan di GP Amerika Serikat. Kepastian itu didapat setelah pembalap Mercedes tersebut memenangkan sesi kualifikasi, Minggu 21 Oktober pagi hari WIB.

Hamilton tampil impresif pada sesi kualifikasi. Ia mampu mengalahkan kedua pembalap Ferrari Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen.

Pada sesi yang digelar di Circuit of the Americas itu, Hamilton mencatatkan waktu 1 menit 32,237 detik. Ia unggul 0,061 detik dari Vettel yang berada di posisi kedua.

Baca: Marquez Merosot, Dovizioso Pimpin Balapan GP Jepang

Kedua pembalap tersebut dibayangi oleh Raikkonen. Ia mampu menempati peringkat ketiga dengan selisih waktu 0,070 detik dari Hamilton.

Sementara itu, posisi keempat ditempati oleh rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas. Adapun posisi kelima menjadi milik Daniel Ricciardo.

Penampilan kurang memuaskan didapat Max Verstappen. Pembalap Red Bull itu hanya mampu menempati peringkat ke-15.

Berikut hasil lengkap sesi kualifikasi GP Amerika Serikat, Minggu 21 Oktober:

Video: Kevin/Marcus Sukses Melangkah ke Final

(PAT)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Hamilton Jadi yang Tercepat di FP2 GP Austin

Austin: Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, kembali menjadi yang tercepat di sesi latihan bebas kedua GP Austin, Sabtu (20/10). Pembalap asal Inggris itu mencatatkan waktu 1 menit 48,716 detik dalam tiga lap.

Sedangkan posisi kedua diamankan oleh pembalap Toro Rosso, Pierre Gasly. Ia tertinggal satu detik dari Hamilton dan mencatatkan waktu 1 menit 49,728 detik. 

Sementara Max Verstappen menjadi yang tercepat ketiga dengan catatan waktu 1 menit 49,798 dalam lima lap. Posisi Verstappen tidak berubah karena di FP1 ia juga menyelesaikan latihan bebas di posisi ketiga.

Baca juga: Pembalap Indonesia Ramaikan FP1 GP Austin

Fernando Alonso dan Nico Hulkenberg melengkapi lima besar di FP2. Alonso mencatatkan 1 menit 51,728 detik dan Hulkenberg mencatatkan 1 menit 52,208 detik.

Sementara rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas, tidak mengikuti FP2. Di FP1 sebelumnya, Bottas mencatatkan hasil yang cukup impresif dengan menjadi pembalap tercepat kedua. Ia mencatatkan 1 menit 48,806.

Video: Garuda Nusantara Butuh Dukungan Suporter

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Lewis Hamilton Masih Dominasi Latihan Bebas F1 AS

Texas: Lewis Hamilton masih mendominasi sesi latihan bebas Grand Prix Formula 1 Amerika Serikat. Kali ini, pembalap Mercedes belum tergusur dari posisi pertama pada latihan bebas kedua, Sabtu 20 Oktober dini hari.

Ia menjadi yang tercepat di COTA (Circuit of the Americas) meski diguyung hujan lebat. Hamilton mencatatkan waktu terbaik di sesi kedua ini dengan 1 menit 48.716 detik di posisi pertama.

Kali ini Hamilton ditempel ketat Perre Gasly di posisi kedua. Pembalap tim Toro Rosso itu menyegel posisi kedua dengan terpaut waktu 1.012 detik dari Hamilton.

Klik: Dovizioso kembali Tercepat di Latihan Bebas MotoGP Jepang

Sedangkan posisi ketiga latihan bebas kali ini ditempati oleh Max Verstappen. Pembalap tim Red Bull itu mengungguli para pesaing lainnya dengan mencatatkan waktu terpaut 1.082 detik dari Hamilton.

Sayang, nasib kurang baik harus dialami Ferrari pada sesi latihan bebas kedua ini. Kedua pembalap tim kuda jingkrak harus puas mengisi posisi sembilan dan sepuluh.

Kimi Raikkonen tercecer di posisi sembilan terpaut waktu cukup jauh dari Hamilton yakni 4.727 detik. Sedangkan Sebastian Vettel di posisi 10 terpaut waktu 5.196 detik dari Hamilton.

Berikut hasil lengkap latihan bebas kedua F1 Amerika Serikat:

 

(REN)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Pembalap Indonesia Ramaikan FP1 GP Austin

Austin: Lewis Hamilton memimpin tim Mercedes merajai sesi latihan bebas pertama atau Free Practice 1 GP Austin, Jumat 19 Oktober 2018. Bersama rekan setimnya, Valtteri Bottas, Hamilton mengamankan posisi satu dan dua.

Sesi latihan bebas pertama di Circuit of the Americas (COTA) berlangsung dalam kondisi yang kurang ideal. Hujan yang mengguyur lintasan membuat pembalap harus menggeber mobilnya di lintasan basah.

Kendati begitu, Hamilton tetap mampu menunjukkan performa terbaiknya. Pembalap asal Inggris yang saat ini tengah berpeluang besar mengamankan gelar juara dunia kelimanya tersebut mampu jadi yang tercepat. Hamilton mencatatkan waktu terbaik 1 menit 47.502 detik.
 

Baca: Dua Wakil Indonesia Melangkah ke Semifinal

Mercedes kian berjaya lantaran rekan setimnya, Valtteri Bottas berhasil mencatatkan waktu terbaik kedua. Bottas membukukan waktu 1 menit 48.806 detik atau terpaut 1.304 detik di belakang The Briton.

Di kubu Ferrari, Sebastian Vettel sebagai pembalap yang saat ini tengah bersaing dengan Hamilton untuk gelar juara, tampaknya masih belum menemukan performa terbaiknya.

Pada sesi latihan pertama ini, Vettel hanya menempati posisi lima. Pembalap asal Jerman tersebut masih berada di bawah duo Red Bull, Max Verstappen dan Daniel Ricciardo yang menempati posisi tiga dan empat.
 

Baca juga: Lorenzo Resmi Mundur dari MotoGP Jepang

Yang menarik, sesi latihan bebas pertama F1 ini diikuti oleh pembalap Indonesia, Sean Gelael. Sean yang saat ini berkompetisi di ajang Formula 2 mendapat kesempatan mengemudikan mobil STR13, bersama dengan Pierre Gasly.

Bagi Sean, ini merupakan kesempatan kelimanya menjadi test driver Toro Rosso di sesi free practice F1 sejak 2017. Selain itu, ia juga dipercaya menjadi salah satu pembalap yang dipercaya Toro Rosso untuk menguji mobil mereka pada sesi tes pramusim di Barcelona dan Hungaria sebelum bergulirnya kompetisi F1 musim 2018.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Mengulas Formasi Chelsea vs Manchester United

(ACF)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Alonso: F1 Harus Dibuat Lebih Menarik Lagi

Fernando Alonso. (Foto: AFP/Andrej Isakovic)

Woking: Pembalap McLaren Fernando Alonso mengatakan bahwa ‘dunia’ merindukan format F1 yang lama. Menurutnya, F1 saat ini tak semenarik satu dekade silam.

Bukan tanpa alasan Alonso berkata seperti itu. Sebab, Alonso menilai antusiasme penonton tak seperti dulu.

Oleh karena itu, juara dunia F1 dua kali itu berharap agar F1 dibuat dengan format yang lebih baik lagi. Selain itu, dia melihat pengenalan mesin V6 turbocharged telah merusak F1.

“Anda perlu membuat olahraga lebih menarik lagi,” kata Alonso seperti dilansir PlanetF1, Rabu 17 Oktober 2018.

Baca: Jadwal 10 Wakil Indonesia di Denmark Open Hari Ini

“Saya sempat memposting video pada 2005 dan saya menerima 3000 komentar yang mengatakan ‘Inilah F1 yang saya cintai dan bukan apa yang terjadi saat ini’, jadi bukan saya yang kritis terhadap F1 sekarang, tapi ini tanggapan dunia,” sambungnya.

“Kami merindukan kebisingan V10,V8, kami kehilangan kreativitas pada strategi, beban bahan bakar yang berbeda, dan kompetisi ban. Jadi, perasaan Anda setiap hari minggu pasti tak terduga,” tutur Alonso.

Alonso sudah mengumumkan takkan melanjutkan petualangannya du F1 pada musim depan. Namun, peraih 97 podium itu belum menentukan akan melanjutkan karier di bidang apa. (Crash)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami@medcom_olahraga

Video: Timnas Indonesia Ditahan Imbang Hong Kong

(ASM)

Bos Mercedes: Persaingan Juara F1 Belum Usai!

Toto Wolff. (Foto: AFP/Andrej Isakovic)

Brackley: Pembalap Mercedes Lewis Hamilton kian dekat meraih juara F1 2018. Saat ini, dia masih mengungguli Sebastian Vettel yang berada di urutan kedua klasemen.

Hamilton sudah mengemas 331 poin atau unggul 67 poin dari Vettel. Namun, kubu Mercedes tak ingin jemawa, mereka tetap waspada menanti empat balapan terakhir.

Bos Mercedes Toto Wolff bahkan merasa persaingan dengan Ferrari belum usai.

“Kami tidak bisa meminta hasil yang lebih baik dari balapan back to back di Rusia dan Jepang. Kami mampu memperpanjang keunggulan kami di kedua balapan dan seluruh tim mendapatkan kepercayaan diri yang tinggi,” ujar Wolff seperti dilansir Crash, Selasa 16 Oktober 2018.

Baca: Jadwal Pebulu Tangkis Indonesia di Ajang Denmark Open 2018

“Meskipun kami tidak memiliki mobil tercepat di musim panas, kami telah melihat kinerja yang berayun demi kebaikan kami baru-baru ini. Ferrari memiliki mobil yang cepat dan mereka akan berusaha sampai balapan terakhir di Abu Dhabi,” sambungnya.

“Pertempuran masih jauh dari selesaim jadi kami akan menatap Austin dengan cara yang sama seperti menghadapi balapan yang lain. Kami mengambil setiap kesempatan, fokus pada pekerjaan kami dan pastikan kami membawa kinerja positif saat mengaspal di lintasan balap,” papar Wolff.

Hamilton akan menjadi juara F1 2018 jika berhasil juara di GP Amerika Serikat dan Meksiko. Sebab, perolehan poin Hamilton tak mungkin dikejar oleh Vettel. (Crash)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami@medcom_olahraga

Video: Momentum Kebangkitan Olahraga Indonesia

(ASM)

Mick Schumacher Diprediksi jadi Pembalap Hebat

Hockenheim: Mick Schumacher menorehkan tinta emas di ajang Formula 3. Dia berhasil menjadi juara usai mengumpulkan 347 poin.

Anak kandung dari pembalap legenda F1 Michael Schumcher, memastikan titel juara usai finis di peringkat kedua saat mengaspal di Sirkuit Hockenheim, Jerman, Sabtu 13 Oktober 2018.

“Ini seperti tidak nyata. Saya benar-benar senang. Saya masih tidak bisa mempercayainya,” ujar Mick.

Pencapaian Mick mendapatkan komentar dari bos Mercedes, Toto Wolff. Menurutnya, Mick berpotensi menjadi pembalap hebat di dunia jet darat.

“Selamat untuk Mick yang sudah memenangkan gelar FIA Formula 3. Banyak perhatian tertuju kepadanya sejak awal, dia mendapatkan banyak tekanan,” ujar Wolff dilansir Crash, Senin 15 Oktober 2018.

Baca: Mengenal Lebih Dekat Mick Schumacher

“Ini tidak mudah untuk mengatasi semuanya itu, terutama jika tidak memulai musim dengan baik, seperti dalam kasus ini. Penampilannya saat paruh kedua musim itu lebih mengesankan,” tutur Wolff.

“Dia telah menunjukkan bahwa dia memiliki apa yang dibutuhkan dan dia dapat menjadi salah satu yang terhebat dalam olahraga kami,” papar Wolff.

Kemenangan di F3 membuat Mick mengikuti jejak para senior yang saat ini tampil di F1. Mereka ialah Lewis Hamilton, Paul di Resta, Nico Hulkenberg, Jules Bianchi, dan Esteban Ocon.

Keberhasilan ini membuat Mick memiliki poin untuk Lisensi Super FIA yang diperlukan untuk balapan F1. Namun, dia diharapkan tampil di F2 pada 2019.

Kubu Ferrari juga dikabarkan siap menyambut Mick meski tidak menjadi bagian program F1 junior. Faktor sang ayah yang melegenda di Ferrari membuat tim Kuda Jingkrak tak ragu menyambut Mick. (Crash)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Apresiasi Atlet Asing untuk Indonesia

(ASM)

Mengenal Lebih Dekat Mick Schumacher

Mick Schumacher. (Foto: AFP/Daniel Roland)

Hockenheim: Mick Schumacher sedang menjadi perbincangan. Ya, anak kedua dari legenda F1 Michael Schumacher itu sukses menjadi juara F3.

Mick berhasil mengalahkan para pesaing dengan raihan 347 poin. Keberhasilan itu membuat dirinya memiliki poin untuk Lisensi Super FIA agar bisa balapan di F1.

Pembalap yang lahir pada 22 Maret 1999 memulai kariernya di dunia karting pada 2008. Lalu, dia mengikuti ADAC Formula 4 pada 2015.

Saat mengikuti karting pada 2008, dia tak ingin menggunakan nama ayahnya. Dia memilih menggunakan nama Mick Betsch, yang merupakan nama keluarga sang ibu.

Setelah malang melintang di berbagai kejuaraan, Mick akhirnya menggunakan Schumacher pada 2014. Dia sempat mengikuti kejuaraan junior internasional dan nasional di Jerman Junior Kart Championship, serta kejuaraan di Eropa dan dunia.

Baca: Putera Michael Schumacher Juara Formula 3

Mick akhirnya mendapatkan kesempatan mengikuti Formula 4 pada 2015. Dia membela Van Amersoft Racing di Formula ADAC 4. Setahun kemudian, dia hijrah ke Prema Powerteam, sebuah tim yang dikenal dekat dengan akademi Ferrari.

Lalu pada 2017, Mick akhrinya tampil di Formula 3 bersama Prema Powerteam. Namun, dia hanya finis di peringkat 12. Setahun kemudian, bersama Prema Theodore Racing, Mick akhirnya menjadi yang terbaik usai delapan kali menjadi yang terbaik dan 14 kali naik podium.

Profil singkat Mick Schumacher
Nama: Mick Schumacher
Tempat dan Tanggal Lahir: Vufflens-le-Chetau, Swiss, 22 Maret 1999
Karier: 
2015 — 2016: ADAC Formula 4
2016: Italian F4 Championship
2018: FIA F3 European Championship

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Apresiasi Atlet Asing untuk Indonesia

(ASM)

Putra Michael Shumacher Juara Formula 3

Hockenheim: Prestasi berhasil diraih Mick Schumacher. Putera dari Michael Schumacher tersebut mampu meraih gelar Formula 3 pada Sabtu 13 Oktober.

Kepastian juara didapat Mick setelah mampu finis di peringkat kedua pada hari kedua balapan seri Jerman di Sirkuit Hockhenheim. Meski hanya finis di posisi kedua, hasil tersebut sudah cukup membawanya juara F3.

Pasalnya, Mick berhasil meraih poin tertinggi, yakni sebanyak 347 poin. Jumlah poinnya tersebut sudah tidak mungkin dikejar oleh pesaing-pesaingnya di klasemen pembalap. Keberhasilan menjuarai F3 membuat pembalap milik tim Prema itu berhasil memenuhi syarat untuk tampil di Formula 1.

Baca: Tiongkok Juara Umum Asian Para Games 2018

“Ini seperti tidak nyata. Saya benar-benar senang. Saya masih tidak bisa mempercayainya,” ujar Mick.

Banjir pujian pun didapat Mick setelah meraih prestasi tersebut. Salah satu pujian dilontarkan bos Mercedes Toto Wolff.

“Perhatian terfokus pada anak muda ini sejak awal, dan dia berada di bawah banyak tekanan. Tidak mudah mengatasi semua itu,” kata Wolff.

Baca: Sebelum Atlet Pulang, Menpora Kunjungi Wisma Atlet

“Penampilannya di paruh kedua musim ini lebih mengesankan. Dia telah
menunjukkan bahwa dia memang memiliki apa yang dibutuhkan dan dia bisa
menjadi salah satu pembalap hebat,” tambahnya.

Bagi Mick, keberhasilan menjuarai F3 sangat membanggakan. Mengingat, ia tampil buruk pada musim lalu. Pada periode itu, ia hanya finis di peringkat ke-12. (Ant)

Video: Gelaran Asian Para Games 2018 Dinilai Sukses

(PAT)

Klasemen Pembalap Usai GP Jepang

Momen saat Lewis Hamilton berada di podium bersama Valtteri Bottas (kiri) dan Max Verstappen (kanan) usai GP Jepang (Foto: AFP/Behrouz Mehri)

Jakarta: Balapan F1 GP Jepang 2018 rampung digelar pada Minggu 7 Oktober. Lewis Hamilton tampil sebagai pemenang pada balapan tersebut.

Hamilton sukses mengalahkan Valtteri Bottas dan Max Verstappen yang menjadi pesaing terdekatnya pada balapan itu. Pembalap asal Inggris tersebut finis di urutan pertama dengan catatan waktu 1 jam 27 menit 17,062 detik.

Baca: Hamilton Juara Formula 1 Jepang

Berkat kemenangan tersebut, Hamilton semakin dekat dengan tangga juara. Pilot milik Mercedes tersebut berada di posisi pertama dengan mengoleksi 331 poin dan unggul 67 poin dari Valtteri Bottas yang berada di posisi kedua klasemen sementara.

Artinya, Hamilton kini hanya butuh keunggulan delapan poin pada GP Amerika Serikat untuk memastikan juara F1 2018.

Bagi Hamilton, kemenangan di GP Jepang juga terasa cukup istimewa. Sebab, ini merupakan kemenangan kesembilannya pada musim ini.

Berikut klasemen pembalap F1 2018 sementara usai GP Jepang, Minggu 7 Oktober:

Video: Ni Nengah Widiasih Raih Perak Angkat Besi

(PAT)

Hamilton Juara Formula 1 Jepang

Lewis Hamilton. (Foto: Toshifumi KITAMURA / AFP)

Suzuka: Gelar juara Formula 1 2018 semakin dekat dengan Lewis Hamilton setelah memenangi seri Jepang, Minggu 7 Oktober 2018. Itu merupakan kemenangan kesembilannya tahun ini.

Pembalap asal Inggris itu unggul 12,919 detik dari rekan sesama Mercedes, Valtteri Bottas. Pesaing terdekat Hamilton, Sebastian Vettel, hanya sanggup finis keenam.

Vettel sendiri mengalami nasib sial setelah terlibat bertabrakan dengan Max Verstappen. Beruntung, ia masih bisa menyelesaikan balapan.

Menyisakan empat seri lagi, Hamilton kini cuma butuh keunggulan delapan poin lagi dari Bottas pada seri Amerika Serikat. Saat ini, juara F1 empat kali itu memimpin 67 poin dari Bottas.

Berikut hasil F1 Jepang:

  1. Hamilton
  2. Bottas
  3. Vestappen
  4. Ricciardo
  5. Raikkonen
  6. Vettel
  7. Perez
  8. Grosjena
  9. Ocon
  10. Sainz
  11. Gasly
  12. Ericsson
  13. Hartley
  14. Alonso
  15. Vandoorne
  16. Sirotkin
  17. Stroll
  18. Leclerc
  19. Hulkenberg
  20. Magnussen

Video: Atlet Panahan Asian Para Games Optimistis Raih Emas
 

Hamilton Kembali Jadi yang Tercepat di FP3 F1 GP Jepang

Suzuka: Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, kembali mendominasi latihan bebas F1 GP Jepang. Pembalap asal Inggris itu mencatatkan waktu 1 menit 29,599 detik.

Duo pembalap Ferrari, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen, menguntit tepat di belakang Hamilton. Vettel mencatatkan waktu 1 menit 29,715 detik, sedangkan Raikkonen mencatatkan 1 menit 30,054 detik.

Baca juga: Lewis Hamilton Dominasi Hari Pertama F1GP Jepang

Rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas, merosot ke posisi lima di latihan bebas ketiga ini. Dalam dua latihan sebelumnya, Jumat (5/10), Bottas sukses menjadi yang tercepat kedua.

Sementara itu pembalap Renault, Nico Hulkenberg, harus rela gagal menyelesaikan latihan bebas setelah dirinya kehilangan kontrol atas mobilnya dan menabrak pembatas trek balapan. Hal ini membuat panitia harus mengeluarkan bendera merah dengan di sisa tiga menit waktu latihan.

Kecelakaan ini juga membuatnya diragukan tampil dalam kualifikasi. Terlebih lagi mekanik Renault hanya memiliki waktu dua jam lagi untuk memperbaiki mobilnya yang rusak dengan kondisi cukup parah.

Hasil lengkap FP3:

Lewis Hamilton Dominasi Hari Pertama F1GP Jepang

Lewis Hamilton melakoni FP2 F1GP Jepang. (Photo by Behrouz MEHRI / AFP)

Suzuka: Lewis Hamilton belum tertandingi pada hari pertama rangkaian event F1GP Jepang, Jumat 5 Oktober. Dia tetap menjadi yang tercepat baik saat sesi latihan bebas pertama (FP1) maupun FP2.

Hamilton jadi yang tercepat pada FP1 dengan catatan waktu terbaik 1 menit 28.691 detik. Saat itu, ada empat pembalap  yang bisa bersaing dengan selisih kurang dari sedetik, yakni Valtteri Bottas, Daniel Ricciardo, Kimi Raikkonen dan Sebastian Vettel.

Klik: Jorge Lorenzo Kecelakaan Parah di Thailand

Ketika menyelesaikan FP2, Hamilton memperbaiki catatan waktunya menjadi 1 menit 28.217 detik. Bottas yang merupakan rekan setimnya masih menempel di posisi kedua, sedangkan Sebastian Vettel sebagai musuh bebuyutan berada di urutan ketiga.

Persaingan lebih ketat di FP2 karena hanya Bottas dan Vettel saja yang berselisih kurang dari sedetik dengan Hamilton. Sementara itu, beberapa sisanya ada yang berselisih hampir tiga menit, tak terkecuali Fernando Alonso dan Lance Stroll.

Klik: Turunkan 11 Atlet, Ini Target Tim Panahan Indonesia

Kimi Raikkonen yang menjadi rekan setim Vettel di Ferrari belum bisa berada di deretan tiga besar di sepanjang hari pertama F1GP Jepang. Performanya malah bisa dibilang mengalami penurunan karena dia turun satu strip ke posisi lima saat menyelesaikan FP2.

Brendon Hartley dari tim Toro Rosso tampil impresif dengan mesin Spec 3 Honda pada FP2. Tapi, pembalap asal Selandia Baru itu nyaris menabrak salah satu krunya ketika memasuki pit pada pengujung sesi.  

Hasil Lengkap FP1:

Hasil lengkap FP2:

(KAU)

Peluang Rusia Punya Pembalap F1 Menciut

Artem Markelov mengendarai jet darat tim Renault pada sesi latihan bebas pertama F1GP Rusia pekan lalu. (Photo by Alexander NEMENOV / AFP)

Sochi: Peluang Artem Markelov membawa nama Rusia di ajang F1GP 2019 menciut. Itu terjadi karena ayahnya baru saja dikabarkan terlibat kasus suap di negaranya.

Markelov digadang-gadang bakal bergabung dengan tim Williams karena punya performa apik di F2 2018. Namun, seiring munculnya kabar buruk yang menimpa ayahnya, dia menyebut peluang itu masih 50-50.

“Saya masih menunggu kepastian (bergabung dengan tim Williams) sekitar sebulan setengah lagi,” kata Markelov seperti dilansir Sportsmole, Rabu 3 Oktober.

Klik: Debut LeBron di Kandang Lakers Dinodai Kekalahan

Ayah Markelov, Valeri, ditangkap karena terlibat proyek pembangunan jalur kereta api di Rusia. Proyek itu bermasalah karena Valeri dituduh menyuap pejabat pemerintah dengan nilai 2 miliar rubel atau sekitar Rp460 miliar.

“Yang kami bicarakan saat ini adalah salah satu pejabat tinggi Perusahaan Jalur Kereta di Rusia,” tulis sebuah pernyataan dari agen pemberitaan Rusia, Rosbalt.

Klik: Kesan Kelly Tandiono sebagai Pesaing Susi Susanti

Meski peluang bergabung dengan Williams menciut, Markelov diyakini tetap melanjutkan karier di ajang F2 2018. Saat ini, dia sedang berada di urutan lima klasemen sementara dengan koleksi 166 poin. Torehan itu berselisih 82 angka dengan George Russell yang berada di puncak klasemen. 

Markelov sempat menjajal persaingan F1GP bersama tim Renault pada akhir pekan lalu. Tapi, kesempatan itu hanya didapat lewat sesi latihan bebas pertama. (Sportsmole)

(KAU)

Menang karena Team Order, Hamilton Kecewa Berat

Moskow: Lewis Hamilton tidak bisa menyembunyikan raut kecewanya usai F1 GP Rusia, akhir pekan kemarin. Pembalap Mercedes ini kecewa karena memenangi balapan bukan karena kehebatannya di atas lintasan.

Hamilton merebut podium pertama pada balapan di Sirkuit Sochi Autodrom dengan bantuan team order. Kemenangan seharusnya memang bukan milik Hamilton, melainkan rekan satu timnya, Valtteri Bottas.

Insiden team order Mercedes terjadi pada pertengahan balapan. Kubu Mercedes melalui radio tim menginstruksikan agar Bottas yang memimpin balapan selama 24 putaran, memberikan posisinya kepada Hamilton.

“Rasanya tidak enak. Untuk pertama kalinya dalam karier saya menjadi pembalap, tapi merasa seperti tidak menang meski mendapat podium pertama,” kata Hamilton.

Klik di sini: Australia Jegal Langkah Indonesia ke Piala Dunia

Mercedes sendiri sebenarnya sangat anti memberikan perintah seperti itu. Namun, mengingat poin Hamilton di klasemen sangat rentan untuk diungguli Sebastian Vettel (Ferrari), mau tidak mau Mercedes memilih langkah tersebut. 

Bos Mercedes Toto Wolff mengatakan dirinya bertanggung jawab atas opsi yang diambil pihaknya. Dia beralasan lebih memilih dianggap jahat sekarang ini ketimbang menjadi idiot di seri terakhir musim ini yang akan berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada November mendatang.

Namun, Wolff menyatakan sangat mengerti keputusan untuk mendahukan Hamilton sulit diterima Bottas. Apalagi Bottas belum pernah merebut podium pertama sepanjang musim 2018. 

“Tentu skenario terbaik yang kami inginkan, ialah Hamilton kedua dan Bottas yang menang. Tapi, ada pertimbangan soal ban Hamilton yang jadi kekhawatiran,” kata Wolff.

Dengan bantuan strategi pit stop, Hamilton kian nyaman duduk di puncak klasemen pembalap. Hamilton berhasil memperlebar jarak dengan Sebastian Vettel menjadi 50 poin di sisa lima seri balapan musim ini.

Video: Persija-Persib Dukung Penghentian Sementara Liga 1
 

(ACF)

Raikkonen Heran dengan Kecepatan Tim Mercedes

Sochi: Dua pembalap Ferrari gagal tampil impresif pada balapan GP Rusia, Minggu 30 September. Sebastian Vettel atau Kimi Raikkonen tidak ada yang berada di podium pertama.

Vettel harus puas finis di peringkat ketiga. Sedangkan Raikkonen hanya mampu menempati peringkat keempat. Semakin terasa pahit bagi mereka karena harus kalah dari rival, yakni Mercedes. Kedua pembalapnya finis di urutan pertama (Lewis Hamilton) dan kedua (Valtteri Bottas).

Raikkonen terheran-heran dengan performa kedua pembalap Mercedes tersebut. Ia yakin mereka menemukan ‘kunci’ yang membuat lajunya sulit dikejar.

Baca: Tommy Sugiarto Antiklimaks di Final Korea Open

“Kami sudah melaju secepat mungkin. Tetapi, mereka bisa lebih cepat. Apakah mereka melaju secepat yang mereka butuhkan hari ini? Saya rasa tidak,” ujar Raikkonen.

“Kami sedikit ketinggalan dalam soal kecepatan. Tetapi, dalam balapan, mobil kami dalam keadaan baik-baik saja. Tetapi, kami harus sedikit lebih cepat,” sambungnya.

Baca: Api Abadi Asian Para Games 2018 Disemayamkan di Kemenpora

“Siapa yang tahu apa yang dilakukan Mercedes. Mari kami lihat di balapan berikutnya, apakah masih sama atau tidak. Semoga kami membuat cerita berbeda. Saya pikir mereka menemukan sesuatu,” tutur Raikkonen.

Raihan di GP Rusia membuat Raikkonen terpaku di posisi keempat klasemen sementara dengan mengoleksi 186 poin. Namun, jaraknya dengan Valtteri Bottas yang berada di peringkat ketiga semakin tipis. Keduanya hanya terpaut tiga poin. (Crash)

Video: Atlet Panahan Asian Para Games Optimistis Raih Emas

(ASM)

Kesan Hamilton Ketika Bottas Mengalah di Lintasan Balap

Situasi saat Lewis Hamilton (kanan) dan Valtteri Bottas (kiri) di podium usai GP Rusia (Foto: AFP/Andrej Isakovic)

Sochi: Pembalap Mercedes Valtteri Bottas mendapat instruksi khusus dari timnya saat melakoni balapan di GP Rusia, Minggu 30 September. Pria asal Finlandia tersebut diminta untuk mengalah dari rekan setimnya Lewis Hamilton.

Perintah khusus itu didapat Bottas di tengah balapan. Nahasnya, ia mendapat instruksi tersebut saat sedang berada di urutan terdepan. Situasi yang membuka peluangnya untuk meraih kemenangan pertama pada musim ini.

Hamilton berhasil memanfaatkan situasi tersebut. Ia merebut posisi pertama dan memastikan kemenangan pada GP Rusia. 
Meski begitu, pembalap asal Inggris itu mengaku tidak enak hati dengan Bottas karena harus menjalankan perintah dari Mercedes. Bahkan, ia sempat berpikir untuk membiarkan Bottas kembali memimpin balapan.

Baca: Taufik Muchsin, Atlet Paralayang yang Selamat dari Gempa Palu

“Itu terlintas di benak saya. Saya sudah memikirkan berulang-ulang soal itu. Dalam 12 lap terakhir, saya merasa ada yang janggal saat berada di posisi tedepan. Tidak ada hebatnya saya berada di posisi ini,” ujar Hamilton.

“Sangat aneh dan sedih. Tetapi, Anda juga harus merasa bersyukur buat semua orang bekerja untuk tim sehingga membuat kami mampu finis di peringkat 1-2 seperti ini. Kami harus menerima ini,” tambahnya.

Baca: Gala Desa 2018, Cetak Bibit Atlet dari Tasikmalaya

“Ada kepala yang lebih kuat di tim memikirkan kami harus menang. Semuanya berpikir memenangkan kejuaraan dan mereka tidak peduli bagaimana caranya. Tidak masalah siapa yang memimpin,” tutur Hamilton.

Dengan kemenangan ini, Hamilton semakin kokoh di puncak klasemen pembalap sementara dengan mengoleksi 306 poin. Kini, ia unggul 50 poin dari pesaing terdekatnya, Sebastian Vettel. (Crash)

Video: Atlet Panahan Asian Para Games Optimistis Raih Emas

(ASM)

Klasemen Pembalap Usai GP F1 Rusia

Sochi: Lewis Hamilton berhasil menjadi yang tercepat di Grand Prix Formulai 1 Rusia, Minggu 30 September. Pembalap Mercedes itu mengasapi para pesaingnya di Sirkuit Sochi Autodrome.

Hamilton yang start dari posisi kedua berhasil memimpin di posisi terdepan sepanjang balapan. Ia mencatatkan waktu terbaik dengan torehan 1 jam 27 menit 25.181 detik melibat total 53 putaran.

Ia mengungguli rekan setimnya di Mercedes, Valtteri Bottas yang mengamankan posisi kedua. Bottas mencatatkan waktu terpaut 2.545 detik untuk menguci podium kedua di GP F1 Rusia.

Klik: Lewis Hamilton Berjaya di Sochi

Sementara, duo Ferrari Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen harus puas menyudahi balap di posisi ketiga dan keempat. Keduanya pun terpaut waktu cukup jauh dari Hamilton, dimana Vettel 7.487 detik, sedangkan Raikkonen 16.543 detik. 

Kemenangan ini membuat Hamilton kian kokoh di puncak klasemen pembalap. Hingga seri ke-16 ini, Hamilton masih berada di puncak dengan mengoleksi total 306 poin.

Ia mengungguli rival utamanya, Sebastian Vettel yang bercokol di posisi kedua dengan 256 poin. Disusul Bottas yang menguntit di posisi ketiga dengan 189 poin, dan Kimi Raikkonen di urutan empat dengan 186 poin.

Berikut klasemen pembalap usai GP F1 Rusia:

 

(REN)

Lewis Hamilton Berjaya di Sochi

Lewis Hamilton sedang memimpin balapan Grand Prix Formula 1 Rusia di Sirkuit Sochi Autodrome (Twitter/F1)

Sochi: Lewis Hamilton sukses berjaya di Grand Prix Formula 1 Rusia, Minggu 30 September. Pembalap Mercedes itu menjadi yang tercepat mengungguli para pesaingnya di Sirkuit Sochi Autodrome, Rusia.

Hamilton yang start dari posisi kedua berhasil memimpin di posisi terdepan sepanjang balapan. Ia mencatatkan waktu terbaik dengan torehan 1 jam 27 menit 25.181 detik melibat total 53 putaran.

Ia mengungguli rekan setimnya di Mercedes, Valtteri Bottas yang mengamankan posisi kedua. Bottas mencatatkan waktu terpaut 2.545 detik untuk menguci podium kedua di GP F1 Rusia.

Klik: Tommy Sugiarto Antiklimaks di Final Korea Open

Sementara, duo Ferrari Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen harus puas menyudahi balap di posisi ketiga dan keempat. Keduanya pun terpaut waktu cukup jauh dari Hamilton, dimana Vettel 7.487 detik, sedangkan Raikkonen 16.543 detik.

Strategi pitstop yang dilakukan Hamilton rupanya menjadi kunci kemenangan pembalap Britania tersebut. Ia terlebih dahulu masuk di tengah balapan, sebelum para pesaing lain seperti Max Verstappen dari tim Redbull melakukannya.

Alhasil, meski posisi pertama sempat direbut Verstappen, namun Hamilton mampu mengambil alih kembali di lap 43. Ia memanfaatkan Verstappen yang masuk pit melakukan pergantian ban di lap tersebut.

Keunggulan Hamilton di posisi terdepan pun tak bisa lagi dikejar oleh para pesaing. Hamilton pun mampu mempertahankan posisinya hingga akhir balapan.

Berikut hasil lengkap GP F1 Rusia 2018:

(REN)

Mercedes Dominasi Latihan Bebas Terakhir

Sochi: Mercedes mendominasi sesi latihan bebas terakhir F1 GP Rusia, Sabtu 29 September. Lewis Hamilton menjadi yang tercepat, sementara Valtteri Bottas menempati posisi kedua.

Melahap 13 putaran, Hamilton berhasil mencatatkan waktu terbaik dengan 1 menit 33.067 detik, atau unggul 0.254 detik dari rekan setimnya, Bottas.

Duo Ferrari berada di posisi ketiga dan keempat. Sebastian Vettel mencatatkan waktu 1 menit 33.667 detik, atau lebih lambat 0.600 detik dari Hamilton untuk menempati posisi ketiga. Sedangkan Kimi Raikkonen berada di posisi keempat setelah mencatatkan waktu 1 menit 33.688 detik.

Pembalap Red Bull, Max Verstappen, harus puas berada di posisi kelima, usai hanya meraih catatan waktu terbaiknya 1 menit 33.937 detik. Menyusul di belakangnya ada Daniel Ricciardo yang mencatatkan waktu 1 menit 34.394 detik.

Berikut hasil lengkap sesi latihan bebas terakhir F1 GP Rusia

Sumber F1

Sean akan Kejar Poin di Sirkuit Sochi

(FIR)

Hamilton Kalahkan Vettel di Latihan Bebas Kedua

Sochi: Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, keluar sebagai yang tercepat pada latihan bebas kedua F1 GP Rusia di Sirkuit Sochi, Jumat 28 September 2018. Ia mengalahkan pesaing terberatnya dari Ferrari, Sebastian Vettel, yang sebelumnya tercepat di latihan bebas pertama.

Hamilton mencatatkan waktu 1 menit 33,385 detik dengan melakoni 35 lap. Juara dunia Formula 1 itu diikuti rekan satu timnya, Valtteri Bottas, di urutan kedua dengan selisih 0,199 detik.

Catatan waktu Hamilton tersebut mengalahkan catatan waktu Vettel saat merajai latihan pertama. Vettel saat itu menorehkan waktu 1 menit 34,488 detik.

Baca: Vettel Tercepat pada Sesi Latihan Bebas Pertama

Vettel turun derastis ke urutan kelima pada latihan kedua. Pembalap asal Jerman itu berselisih 0,543 detik dari Hamilton. Sementara rekan satu timnya, Kimi Raikkonen, di urutan keenam berselisih 1,003 detik dari Hamilton.

Performa cukup stabil ditampilkan pembalap muda Red Bull, Max Verstappen. Driver berusia 21 tahun itu hanya turun dari urutan kedua menjadi ketiga, dengan catatan waktu 0,442 dari Hamilton.

Berikut hasil lengkap Free Practice kedua F1 GP Rusia:

Vettel Tercepat pada Sesi Latihan Bebas Pertama

Sochi: Sebastian Vettel diketahui sangat membutuhkan kemenangan di Sirkuit Sochi akhir pekan ini demi menghidupkan asa dalam meraih gelar juara dunia musim ini. Dan, itu dibuktikan ketika ia membuat start sempurna pada sesi latihan bebas pertama F1 GP Rusia 2018.

Start sempurna itu didapat Vettel setelah menjadi yang tercepat pada free practice atau sesi latihan pembuka (FP) F1 GP Rusia. Pembalap Ferrari itu unggul dari pembalap Red Bull, Max Verstappen.

Vettel, -yang saat ini tertinggal 40 poin dari Lewis Hamilton dalam perburuan gelar juara 2018, unggul 0.05 detik dari Verstappen. Ia mencatatkan waktu tercepat dengan 1 menit 34.488 detik.

Sementara Verstappen yang berada di posisi kedua, hanya mampu mencatatkan waktu 1 menit 34.538 detik.

Di posisi ketiga ada Hamilton dengan catatan waktu 1 menit 34.818 detik. Pembalap asal Inggris ini unggul dari rekan setimnya di Mercedes, Valtteri Bottas yang hanya mencatatkan waktu 1 menit 34.499 detik di posisi keempat.

Berikut hasil lengkap Free Practice pertama F1 GP Rusia:

Sumber: F1

Atlet Panahan Asian Para Games Optimistis Raih Emas

(FIR)

Ricciardo Merasa Aneh dengan Nasibnya Musim Ini

Sochi: Pembalap Red Bull Daniel Ricciardo gagal mendapatkan hasil memuaskan pada F1 2018. Hingga seri ke-15, pria asal Australia tersebut hanya mampu meraih dua kemenangan.

Kemenangan pertama didapat Ricciardo di GP Tiongkok. Kemudian, ia menjadi juara di GP Monaco. Namun, dalam 13 balapan sisanya, Ricciardo tidak mampu menjadi juara. Bahkan tidak satu pun meraih podium.

Ricciardo kecewa melihat raihan yang didapatnya sejauh ini. Saking kecewa, ia menyebut musim ini merupakan periode teraneh yang pernah dijalaninya sepanjang karier.

Baca: Persiapan Asian Para Games 2018 Sudah 95 Persen

“Ini musim teraneh yang pernah saya rasakan di dunia balap. Memenangkan dua balapan dari enam balapan pertama mungkin adalah awal terbaik yang pernah saya alami di F1. Setelah menang di Monako, saya berpikir musim sangat menjanjikan. Kami mungkin berpeluang meraih gelar,” ujar Ricciardo.

“Saya masih merasa bisa melaju dengan baik. Tetapi, faktanya tidak terjadi. Keyakinan saya tidak pernah turun. Tetapi, motivasi dan kecintaan saya pada olahraga sempat naik dan turun. Akan tetapi, saya berupaya untuk bangkit kembali dan prosesnya cukup cepat,” tambahnya.

Ricciardo saat ini tercecer di posisi keenam klasemen pembalap sementara dengan mengoleksi 126 poin. Ia tertinggal 155 poin dari Lewis Hamilton yang berada di puncak klasemen. (Crash)

Video: Pembalap Australia Dominasi Etape Pertama Tour de Banyuwangi Ijen

(ASM)

Daftar Sementara Pembalap F1 2019

Jakarta: Perhelatan F1 2018 sudah menjalani 15 seri balapan. Artinya, tinggal enam seri lagi musim balap tahun ini berakhir.

Meski begitu, beberapa tim sudah menentukan sikap untuk mempertahankan atau melepas driver untuk musim depan.

Ferrari sudah buka-bukaan terkait masa depan Kimi Raikkonen. Tim Kuda Jingkrak memutuskan melepas juara dunia 2006 itu ke tim Alfa Romeo Sauber. Nantinya, Charles Leclerc yang akan menggantikan posisi Raikkonen.

Tim Sauber juga bergerak cepat mendatangkan pembalap mitra Raikkonen. Mereka memutuskan merekrut pembalap muda Antonio Giovinazzi.

Baca: Obor Asian Para Games 2018 Tiba di Pangkalpinang

“Saya senang bisa bergabung dengan tim F1 Alfa Romeo Sauber. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, dan ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk mendapatkan balapan kompetitif bersama tim ini,” kata Giovinazzi dikutip Crash, Rabu 26 September 2018.

Selain kabar kedua pembalap tersebut, ada beberapa tim yang sudah mengikat pembalapnya untuk musim depan. Berikut daftar susunan sementara pembalap F1 dilansir Crash.

Mercedes:
Lewis Hamilton (Kontrak berakhir pada 2020)

Valtteri Bottas (Kontrak berakhir pada 2019, berpotensi diperpanjang pada 2020)

Ferrari:
Sebastian Vettel (Kontrak berakhir pada 2020)

Charles Leclerc (Kontrak berakhir pada 2019)

Red Bull:
Max Verstappen (Kontrak berakhir pada 2020)

Pierre Gasly (Kontrak berakhir pada 2019)

Force India:
Menunggu konfirmasi

Menunggu konfirmasi (Potensi pembalap: Esteban Ocon, Sergio Perez, Lance Stroll, George Russell)

Williams:
Menunggu konfirmasi

Menunggu konfirmasi (Potensi pembalap: Sergey Sirotkin, Lance Stroll, George Russell, Esteban Ocon)

Renault:
Nico Hulkenberg (Kontrak berakhir pada 2019)

Daniel Ricciardo (Kontrak berakhir pada 2020)

Toro Rosso:
Menunggu konfirmasi

Menunggu konfirmasi (Potensi pembalap: Brendon Hartley, Daniil Kvyat)

Haas:
Menunggu konfirmasi

Menunggu konfirmasi (Potensi pembalap: Kevin Magnussen, Romain Grosjean, Sergio Perez)

McLaren:
Carlos Sainz Jr (Kontrak berakhir pada 2020)

Lando Norris (Kontrak berakhir pada 2020)

Alfa Romeo Sauber:
Kimi Raikkonen (Kontrak berakhir pada 2020)

Antonio Giovinazzi (Kontrak berakhir pada 2019)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Legenda Persib Sarankan Organisasi Suporter Dibubarkan

(ASM)

Tahun Depan, Giovinazzi Resmi Gabung Tim Sauber

Antonio Giovinazzi. (Foto: Crash)

Hinwil: Tim Alfa Romeo Sauber F1 mengonfirmasi merekrut pembalap muda Antonio Giovinazzi. Nantinya, Giovinazzi akan bermitra dengan Kimi Raikkonen.

Giovinazzi sempat mengaspal bersama tim Sauber pada awal 2017 menggantikan Pascal Wehrlein yang cedera. Namun, sejak saat itu, dia menjadi pembalap cadangan Ferrari.

Kini, Sauber sudah resmi memilih Giovinazzi untuk mengisi posisi pembalap tahun depan. 

“Saya senang bisa bergabung dengan tim F1 Alfa Romeo Sauber. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, dan ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk mendapatkan balapan kompetitif bersama tim ini,” kata Giovinazzi dikutip Crash, Rabu 26 September 2018.

Baca: Jonatan Christie Belum Terbendung di Korea Open 2018

“Sebagai seorang pembalap asal Italia, ini merupakan kehormatan besar bagi saya untuk mewakili Sauber. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Scuderia Ferrari dan Alfa Romeo Sauber F1 karena telah memberikan saya kesempatan besar ini. Saya sangat termotivasi dan tidak sabar untuk memulai bekerja untuk mencapai hal yang luar biasa bersama,” tutur Giovinazzi.

Tim Prinsipal Sauber Frederic Vasseur menyambut suka cita kehadiran Giovinazzi. Menurutnya, Giovinazzi pembalap muda yang mempunyai potensi besar.

“Kami senang menyambut Giovinazzi, yang akan menggantikan Charles Leclerc. Kami telah memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengannya pada masa lalu dan dia membuktikan punya potensi besar. Target kami adalah terus maju dan berjuang bersama,” kata Vasseur. (Crash)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Legenda Persib Sarankan Organisasi Suporter Dibubarkan

(ASM)

Bos Mercedes Jamin Masa Depan Ocon

Brackley: Kepala tim Mercedes Toto Wolff mencoba angkat bicara soal masa depan pembalap juniornya, Esteban Ocon. Ia menjamin masa depan pembalap asal Prancis tersebut aman.

Masa depan Ocon memang sedang menjadi pertanyaan saat ini. Pembalap 22 tahun tersebut dikabarkan akan didepak Force India pada akhir musim 2018. Beredar rumor, bos Force India Laurence Stroll ingin membawa puteranya, Lance Stroll bergabung dengan timnya. 

Ancaman mangkir dari F1 pada musim depan pun menghampiri Ocon. Sebab, belum ada tim tertarik mendatangkan pembalap akademik Mercedes ini. Termasuk tim-tim seperti Red Bull dan McLaren. Keduanya mengurungkan niat untuk memboyong Ocon karena memiliki hubungan buruk dengan Mercedes.

Baca: Per Hari Ini, Tiket Pembukaan Asian Para Games 2018 Dijual

“Tidak akan kami biarkan Ocon dilepas dalam satu juta tahun. Sebab, suatu hari ia akan berada di Mercedes dan memenangkan perlombaan dan kejuaraan untuk membuat tim-tim lain menyesal,” ujar Wolff.

“Semua kabar pada tahun ini dan bulan Juli dan Agustus tidak dapat dipercaya. Ada begitu banyak politik, kebohongan, dan tidak semua pembalap punya masa depan di dunia balap. Ocon mungkin akan menjadi salah satunya. Tetapi, kami akan menjaganya. Ia adalah salah satu bintang masa depan. Saya yakin 100 persen,” lanjutnya.

Ocon bergabung dengan Force India pada 2018. Sejauh ini, Ocon mampu menempati peringkat ke-11 klasemen pembalap dengan mengoleksi 45 poin. (Crash)

Video: Kursi Roda Tim Basket RI Tak Layak untuk Tanding

(ACF)

Unggul 40 Poin, Hamilton Enggan Sesumbar

Brackley: Lewis Hamilton sukses memenangkan GP Singapura pada Minggu 16 September. Kemenangan ini telah menghidupkan kans pembalap Mercedes itu juara pada F1 2018.

Berkat kemenangan di GP Singapura, Hamilton menempati puncak klasemen sementara dengan mengoleksi 281 poin. Ia unggul 40 poin dari rival terdekatnya, Sebastian Vettel.

Namun, hal itu tidak membuat Hamilton sesumbar. Ia merasa posisinya ini masih belum aman. Bahkan, pembalap asal Inggris tersebut bertekad untuk meraih kemenangan dalam enam balapan tersisa pada musim ini.

Baca: Farhan: Indonesia, Bersiaplah Demam Asian Para Games 2018

“Tidak perlu bagi saya untuk berpikir menggunakan strategi ini atau itu pada balapan berikutnya. Dalam pikiran saya, saya harus memenangkan setiap balapan,” ujar Hamilton.

“Saya datang ke balapan untuk menang dan akan ada balapan-balapan lebih sulit setiap akhir pekan. Contoh saja akhir pekan lalu di Singapura. Kami diprediksi akan kesulitan. Tetapi, kami masih memiliki keyakinan untuk menang,” lanjutnya.

“Saya ingin memenangkan setiap balapan. Itulah tujuan saya. Tidak perlu melihat hitung-hitungan poin. Tentu saja, saya tidak berpikir unggul 40 poin menjadi keuntungan saat ini. Hasilnya menyenangkan, tetapi ini belum berakhir,” tutur Hamilton. (Crash)

Video: Kursi Roda Tim Basket RI Tak Layak untuk Tanding

(ACF)

Ferrari Belum Siap Arungi F1GP 2021?

Jakarta: Ferrari masih ragu untuk mengarungi ajang F1GP musim 2021. Hal itu diungkapkan CEO Louis Camilleri karena belum ada kesepakatan dengan Liberty selaku grup media raksasa yang mensponsori F1GP.

Baik Ferrari dan Liberty tengah merevisi kesepakatan bernama Concorde Agreement yang berakhir pada 2020 mendatang. Salah satu isi kesepakatan itu menyoal konsep mobil, yang nantinya tentu dievaluasi lagi oleh regulator F1GP.

Akan tetapi, Camilleri menuturkan kesepakatan baru setelah tahun 2020 bakal lebih sulit dari yang dibayangkan. Perbedaan visi misi menjadi penyebabnya.

Sebelumnya, Direktur Ferrari Ross Brawn menilai tiga konsep yang diajukan Liberty kepada petinggi Scuderia, Maurizio Arrivabene, sangat jauh dari kata memuaskan.

Oleh karena itu, Camilleri ingin semua pihak agar mematangkan keinginan satu sama lain. Ini penting mengingat musim 2021 tidak lama lagi.

“Pembicaraan soal hal teknis, finansial, dan aspek-aspek berkenaan dengan regulasi sudah kami lakukan. Kami percaya pada pondasi, itu yang akan menentukan masa depan, tapi visi kami belum menyatu, bisa saya bilang masih jauh dari kata sepakat,” ujar Camilleri dilansir dari planetf1.com.

Konsep mobil menjadi vital perannya karena menentukan estetika sponsorship pada area-area tertentu di badan mobil. Di sisi lain, kebutuhan teknis juga sangat penting, terutama supaya tidak menyalahi aturan dari badan otomotif dunia.

Camilleri sadar bahwa setiap pihak punya kepentingan sendiri. Ia yakin kesepakatan bisa tercapai tepat waktu.

“Saya tetap optimistis segalanya bisa rampung, tapi saya ingin menegaskan bahwa Ferrari ingin menjadi kompetitor wahid di F1 dan motorsport lain. Jelas ada conflicts of interest saat ini. Sepele saja, Liberty ingin meraup banyak uang, kami pun demikian. Ini biasa, waktu akan menjawab,” pungkasnya.

Video: Review Kemenangan Dramatis Inter dan Liverpool
 

(KAU)

Klasemen Pembalap Usai GP Singapura

Lewis Hamilton (tengah) makin nyaman di puncak klasemen usai menjuarai GP Singapura (Foto: AFP/Manan Vatsyayana)

Singapura: Pembalap Mercedes Lewis Hamilton tampil sebagai pemenang pada GP Singapura, Minggu 16 September. Pada balapan tersebut, pembalap asal Inggris itu sukses finis di urutan pertama dengan catatan waktu 1 jam 51 menit 11,611 detik.

Hamilton tampil impresif pada balapan yang digelar di Sirkuit Marina Bay itu. Ia sukses mempertahankan posisi pertama dari awal hingga garis finis balapan.

Baca: Juara di GP Singapura, Hamilton Kian Nyaman di Puncak Klasemen

Dominasi Hamilton juga semakin terlihat setelah melihat perbedaaan jarak waktunya dengan rival-rivalnya. Terutama dengan Max Verstappen dan Sebastian Vettel yang finis di posisi kedua dan ketiga.

Perbedaan waktu Hamilton dengan Verstappen mencapai 8,961 detik. Sementara itu, Hamilton unggul lebih jauh dari Vettel. Jarak waktu keduanya, yakni 39,945 detik.

Dengan kemenangan ini, Hamilton berhasil memperlebar jarak dengan Sebastian Vettel di posisi klasemen pembalap F1 2018 sementara. Hamilton yang berada di posisi puncak klasemen telah mengoleksi 281 poin dan unggul 40 poin dari Vettel.

Berikut klasemen pembalap F1 2018 sementara usai GP Singapura, Minggu 16 September:

Video: Warisan Asian Games 2018

(PAT)

Juara di GP Singapura, Hamilton Kian Nyaman di Puncak Klasemen

Singapura: Pembalap Mercedes Lewis Hamilton memastikan diri menjadi yang terbaik pada GP Singapura, Minggu 16 September. Ia sukses finis di urutan pertama, mengalahkan Max Verstappen dan Sebastian Vettel.

Hamilton melaju hampir tanpa hambatan pada balapan yang digelar di Sirkuit Marina Bay itu. Buktinya, pembalap asal Inggris tersebut mampu mempertahankan posisi pertama sejak awal start hingga garis finis dengan catatan waktu 1 jam 51 menit 11,611 detik.

Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Verstappen. Ia tertinggal cukup jauh dari Hamilton, yakni 8,961 detik.

Baca: Marcus/Kevin Kumandangkan Indonesia Raya di Jepang

Sedangkan rival Hamilton, Vettel harus puas menempati posisi ketiga. Perbedaan Vettel dengan Hamilton sangat jauh. Vettel tertinggal 39,945 detik dari Hamilton.

Ini menjadi kemenangan ketujuh Hamilton pada F1 2018. Sebelumnya, enam kemenangan didapatnya di GP Azerbaijan, GP Spanyol, GP Prancis, GP Jerman, GP Hungaria, dan GP Italia.

Berkat kemenangan ini, Hamilton pun semakin nyaman di puncak klasemen pembalap F1 2018 sementara dengan mengoleksi 281 poin. Kini, ia unggul 40 poin dari Vettel yang berada di posisi kedua.

Berikut hasil lengkap GP Singapura, Minggu 16 September:

Video: Warisan Asian Games 2018

(PAT)

Lewis Hamilton Pimpin Lomba F1 GP Singapura

Lewis Hamilton melakukan pose usai meraih catatan waktu tercepat di sesi kualifikasi F1 GP Singapura (Foto: F1)

Singapura: Lewis Hamilton mengklaim pole position setelah sukses menjadi yang tercepat pada sesi kualifikasi Formula 1 GP Singapura, Sabtu 15 September. Pembalap Mercedes tersebut mampu mengitari Sirikut Marina Bay hanya dalam waktu 1 menit 36.015 detik.

Catatan itu bukan hanya tercepat di sesi kualifikasi ini, melainkan mengalahkan waktu terbaik yang dilakukan pesaingnya dalam perebutan juara dunia, Sebastian Vettel pada 2017.

Hamilton menyebutnya itu hasil yang ajaib. Sedangkan Bos Mercedes Toto Wolf menganggap putaran yang dilahap Hamilton adalah lap epik yang pernah diraihnya. Lebih hebatnya lagi, ini merupakan pole position ketujuh Hamilton pada musim 2018.

Hamilton akan memimpin lomba pada balapan besok, setelah unggul 0.319 detik dari pembalap tercepat kedua yang ditempati Max Verstappen. Pembalap Red Bull tersebut mencatatkan waktu 1 menit 36.334 detik.

Sementara Vettel tampak kecewa dengan hasil kualifikasi tersebut, setelah hanya mencatatkan waktu terbaiknya, 1 menit 36.628 detik. 

Di posisi keempat ada rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas. Pembalap Finlandia tersebut hanya mampu mencatatkan waktu terbaiknya, 1 menit 36.702 detik.

Berikut hasil lengkap kualifikasi F1 GP Singapura

Tumbangkan Arema, Persib Kembali Puncaki Klasemen Liga 1

(FIR)

Ferrari Kuasai Sesi Latihan Bebas Ketiga F1 GP Singapura

Singapura: Dua pembalap tim Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen, menguasai jalannya latihan bebas ketiga (FP3) F1 GP Singapura, Sabtu 15 September. 

Sempat menabark dinding pada sesi latihan Jumat 14 September, Vettel tampak berhati-hati memanfaatkan sesi latihan ketiga ini.

Hasilnya, Vettel menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 38.054 detik. Pembalap Jerman tersebut memiliki catatan lebih baik 0.362 detik dari rekannya, Raikkonen, yang berada di posisi kedua.

Sementara posisi ketiga dan keempat ditempati duo Mercedes. Lewis Hamilton berada di posisi ketiga usai mencatatkan waktu 1 menit 38.558 detik. Sedangkan Valtteri Bottas menempati peringkat keempat setelah meraih waktu terbaiknya, 1 menit 38.603 detik.

Menyusul di posisi kelima dan keenam ada rombongan Red Bull Racing. Di situ Daniel Ricciardo harus puas berada di posisi kelima, dan kemudian Max Verstappen berada di peringkat keenam dengan catatan waktu 1 menit 39.265 detik.

Bisa dikatakan sesi ini benar-benar bebas dari insiden, tanpa kontak dengan dinding. Satu-satunya drama kecil datang ketika pembalap Force India, Esteban Ocon melakukan kesalahan di pit lane. Saat ini steward sedang melakukan penyelidikan.

Hasil lengkap sesi latihan bebas ketiga F1 GP Singapura

Atlet Para Games Indonesia Berharap Dukungan Penonton

(FIR)

Raikkonen Berjaya di Sesi Latihan Bebas Formula 1 Singapura

Kimi Raikkonen. (Foto: Jewel SAMAD / AFP)

Singapura: Kimi Raikkonen berhasil keluar sebagai yang terbaik di sesi latihan bebas (FP 2) GP Formula 1 Singapura, Jumat 14 September 2018. Ia mengungguli Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel.

Ini menunjukkan konsistensi Raikkonen dalam dua balapan terakhir. Dua pekan lalu, pembalap Finlandia itu bahkan sukses meraih pole position di GP Monza, Italia.

Kali ini, Raikkonen mencatatkan waktu 1 menit 38,699 detik. Sementara itu, Hamilton berada tipis saja di bekalang Raikkonen dengan perbedaan waktu 0,011 detik.

Nasib naas justru diraih salah satu pesaing kuat Hamilton, Vettel. Ia melakukan kesalahan fatal di tikungan 21 yang menyebabkan dirinya tercecer di urutan ke-9.

Motor Ferrari yang dikendarai Vettel mengalami kerusakan dan mengeluarkan cairan merah di pit stop. Situasi tersebut gagal ditanggulangi dengan baik sehingga harus puas terlempar dari lima besar.

Di posisi ketiga dan empat, ada Max Verstappen dan Daniel Ricciardo. Valtteri Bottas menyusul di posisi kelima.

Berikut hasil lengkap FP2 GP Singapura:

Video: Preview Tottenham vs Liverpool: Momentum Jegal Tren Positif Klopp
 

F1GP Singapura dalam Angka

Sirkuit Marina Bay, Singapura. (Foto: AFP)

Singapura: Perhelatan F1 2018 akhir pekan ini berlangsung di Sirkuit Marina Bay Sand, Singapura. Seri nanti bakal dimanfaatkan Sebastian Vettel untuk memperkecil jarak dengan Lewis Hamilton.

Sampai pekan ke-14, Vettel berada di bawah Hamilton dan terpaut 30 poin. Kondisi kian sulit tatkala pembalap Ferrari itu finis di posisi keempat saat mengaspal di GP Italia. Kala itu, Hamilton finis sebagai podium pertama.

Melihat rekam jejak Vettel di Singapura, bisa dibilang menawan. Saat membela Red Bull, Vettel tiga kali keluar sebagai yang tercepat. Lalu, saat membela Ferrari, Vettel naik podium pertama pada 2015.

Baca: Marcus/Kevin Melangkah ke Semifinal Japan Open

Sedangkan Hamilton, pembalap asal Britania itu berhasil tiga kali juara. Saat dia membela McLaren-Mercedes (2009), dan Mercedes (2014 dan 2017).

Sebelum menyaksikan duel sengit antara Vettel dan Hamilton, berikut ini fakta menarik dikutip Opta jelang F1GP Singapura yang dirangkum dalam angka.

1 – Singapura adalah tuan rumah F1 satu-satunya yang menghelat balapan pada malam hari

23 – Sirkuit Marina Bay memiliki 23 tikungan atau paling banyak dari sirkuit yang masuk kalender F1 musim ini

7 – Tujuh dari 10 balapan terakhir di Singapura dimenangkan oleh pembalap yang meraih pole position

4 – Vettel telah memenangkan empat balapan usai meraih empat pole position di Singapura

27 – Vettel telah memenangkan 27 balapan di Asia

8 – Daniel Ricciardo belum mendapatkan podium dalam delapan balapan terakhir

6 – Kimi Raikkonen selalu meraih podium pada enam balapan terakhir

150 – F1GP Singapura menjadi balapan ke-150 Nico Hulkenberg di F1

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: PB PASI Berikan Bonus Umrah Bagi Atlet Peraih Medali Asian Games

(ASM)

Mengenang Masa Indah Raikkonen di Ferrari

Maranello: Kebersamaan Kimi Matias Raikkonen dengan Ferrari berakhir. Pembalap Finlandia itu sudah memutuskan bergabung dengan tim Sauber musim depan.

Kiprah Raikkonen di pentas jet darat bisa dibilang panjang dan berliku. Bergabung dengan Sauber pada 2001, Raikkonen sempat banting stir menjajal dunia reli dan nascar.

Akan tetapi, kecintaaannya dengan dunia F1 membuat The Iceman kembali lagi pada 2012. Dia bergabung dengan tim Lotus selama dua musim dan akhirnya kembali pulang ke Ferrari.

Ferrari menjadi salah satu tim paling berkesan untuk Raikkonen. Bagaimana tidak. Pembalap 38 tahun itu mencicipi gelar juara dunia bersama tim Kuda Jingkrak pada 2007.

Kemenangan Raikkonen terjadi dengan dramatis. Sebab, dua pesaing lain Lewis Hamilton dan Fernando Alonso tidak membiarkan Raikkonen melaju mulus. Sejak race pertama di GP Australia, ketiga pembalap saling menunjukkan performa terbaik. Namun, Raikkonen mampu keluar sebagai juara di Australia.

Berlanjut pada seri kedua, giliran Alonso yang merebut podium pertama. Sedangkan Raikkonen berada di posisi ketiga dan Hamilton di posisi kedua.

Baca: Raikkonen Hengkang, Ferrari Rekrut Charles Lelerc

Pada dua seri balapan terakhir, di sinilah mental Raikkonen diuji. Saat mengaspal di GP Tiongkok dan Brasil, Raikkonen berhasil meraih podium pertama. Sedangkan Hamilton gagal menyelesaikan lomba di Tiongkok dan finis di posisi ketujuh di GP Brasil. Sementara Alonso, hanya finis di posisi kedua saat di Tiongkok dan ketiga di GP Brasil.

Hasil tersebut akhirnya mengantarkan Raikkonen menjadi juara F1 2007. Dia mendulang 110 poin atau unggul satu poin dari Hamilton dan Alonso yang meraih 109 poin.

Kini, Raikkonen tidak lagi membela Ferrari mulai musim depan. Segenap tim Ferrari pun berterima kasih atas semua hal yang diberikan oleh Raikkonen selama beberapa tahun terakhir.

“Selama beberapa tahun belakangan, kontribusi Raikkonen kepada tim, baik sebagai pembalap atau pun di luar pekerjaannya, merupakan suatu dasar buat kami,” ujar Tim Prinsipal Ferrari Maurizio Arrivabene.

“Ia (Raikkonen) menjadi peran penting dalam pertumbuhan tim dan pada saat bersamaan, selalu menjadi pembalap hebat untuk tim. Sebagai juara dunia untuk Ferrari, ia akan selalu menjadi bagian dari sejarah dan keluarga tim. Kami berterima kasih kepada Raikkonen untuk semua ini. Kami mengharapkan yang terbaik untuknya dan keluarganya pada masa depan,” sambungnya.

Video: Tekan Rem Lawan, Romano Fenati Dipecat Marinelli Snipers

(ASM)

Raikkonen Hengkang, Ferrari Rekrut Charles Leclerc

Maranello: F1 2018 menjadi periode terakhir Kimi Raikkonen bersama Ferrari. Pembalap asal Finlandia tersebut memutuskan hengkang dari The Prancing Horse pada akhir musim ini.

Nantinya, Raikkonen akan bergabung dengan Sauber pada musim 2019. Ia diikat kontrak oleh Sauber selama dua tahun.

Kepastian Raikkonen hengkang dikonfirmasi langsung oleh kepala tim Ferrari Maurizio Arrivabene pada Selasa 11 September. Pada kesempatan itu, ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pembalap 38 tahun tersebut atas kontribusi untuk timnya.

Baca: Rossi Angkat Bicara Soal Aksi Fenati, Mantan Anak Didiknya di Tim VR46

“Selama beberapa tahun belakangan, kontribusi Raikkonen kepada tim, baik sebagai pembalap atau pun di luar pekerjaannya, merupakan suatu dasar buat kami,” ujar Arrivabene.

Raikkonen menjadi sosok yang sudah melekat dengan Ferrari. Sebab, ia memperkuat tim Kuda Jingkrak selama dua periode. 

Musim 2007 hingga 2009 menjadi periode pertama Raikkonen bersama Ferrari. Dalam periode tersebut, ia sukses meraih gelar F1 pada musim 2007. Pada 2010, Raikkonen memutuskan pindah ke Lotus.

Namun, pembalap asal Finlandia itu kembali memutuskan bergabung dengan Ferrari pada 2014. Hanya saja, kebersamaannya dengan Ferrari dalam periode kedua ini tidak berjalan mulus. Tidak satu pun gelar berhasil diraihnya. Meski demikian, kontribusinya tetap diapresiasi oleh Ferrari.

“Ia menjadi peran penting dalam pertumbuhan tim dan pada saat bersamaan, selalu menjadi pembalap hebat untuk tim. Sebagai juara dunia untuk Ferrari, ia akan selalu menjadi bagian dari sejarah dan keluarga tim. Kami berterima kasih kepada Raikkonen untuk semua ini. Kami mengharapkan yang terbaik untuknya dan keluarganya di masa depan,” lanjutnya.

Baca: Menpora Yakin Indonesia Tak Kekurangan Atlet

Sebagai gantinya, Ferrari menunjuk Charles Leclerc menjadi pembalap mereka pada musim 2019. Ia akan menjadi rekan setim baru bagi Sebastian Vettel.

Leclerc merupakan jebolan dari akademi Ferrari. Sepanjang kariernya, ia sudah menunjukkan prestasi yang cukup oke di level junior. Dua gelar dimenangkannya seperti GP3 dan F2. 

Leclerc akhirnya bergabung dengan Sauber pada 2018. Namun, perjalanannya bersama Sauber kurang mulus. Ia saat ini menempati peringkat ke-15 klasemen pembalap sementara dengan mengoleksi 13 poin. Pencapaian terbaiknya sejauh ini adalah meraih peringkat keenam di GP Azerbaijan. (Crash)

Video: Tekan Rem Lawan, Romano Fenati Dipecat Marinelli Snipers

(PAT)

Masa Depan Esteban Ocon tak Menentu

Silverstone: Esteban Ocon sedang harap-harap cemas. Musababnya, masa depannya di Force India masih belum jelas.

Pembalap asal Prancis itu ramai diberitakan akan didepak Force India akhir musim ini. Kabar yang beredar menyebut Lance Stroll akan menggantikan posisi Ocon lantaran sang ayah memimpin konsorsium Force India.

Namun, Ocon menanggapi kabar tersebut dengan tenang. Dia mengaku pernah mendapatkan situasi yang lebih sulit dari saat ini.

“Ini bukan gangguan yang hebat karena saya berhasil menanganinya. Saya pernah berada di situasi yang lebih sulit daripada saat ini,” kata Ocon seperti dikutip PlanetF1, Senin 10 September 2018.

“Saya masih melakukan pekerjaan yang kuat, saya pikir bisa melakukannya dalam beberapa balapan terakhir,” sambungnya.

“Tentu saja, ini bukan situasi yang mudah. Saya berusaha melakukan yang terbaik yang saya bisa pada jalurnya dan saya rasa tidak berbuat terlalu buruk,” tutur Ocon.

Baca: Grid Girls Comeback di GP Singapura

Informasi yang beredar, Mercedes akan mencari tim baru untuk Ocon. Akan tetapi, belum ada tim yang bersedia menampung Ocon.

Situasi kian sulit lantaran hubungan Mercedes dengan beberapa tim kurang harmonis. Salah satunya dengan Red Bull. Padahal, bos Red Bull, Christian Horner bersedia membawa Ocon.

“Situasi yang gila adalah jika Anda memiliki pembalap seperti Ocon yang mungkin berakhir tanpa kursi pada tahun depan. Jika dia (Ocon) harus bebas secara kontrak, dia akan menjadi kandidat yang kuat untuk tim Toro Rosso,” ujar Horner.

“Tapi, Red Bull takkan berinvestasi dengan pengemudi Mercedes, itu bisa dimengerti. Saya juga tidak mengharapkan hal yang sama terjadi sebaliknya,” papar Horner. (PlanetF1).

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Timnas Indonesia Berlatih Tanpa Milla

(ASM)

Grid Girls Comeback di GP Singapura

Singapura: Seusai perhelatan F1GP Italia, selanjutnya Grand Prix F1 akan dihelat di Singapura pada 16 September 2018. Beredar informasi, grid girls (wanita cantik yang bertugas sebelum balapan) bakal muncul di Sirkuit Marina Bay.

Seperti diketahui, Liberty Media selaku penyelenggara F1 secara resmi melarang keberadaan grid girls pada balapan F1 tahun ini. Mereka menganggap, kehadiran wanita cantik bertentangan dengan norma-norma sosial modern.

“Kami merasa kebiasaan ini tidak beresonansi dengan nilai merek kami dan jelas itu bertentangan dengan norma-norma sosial modern,” ujar pemiliki Liberty Media, Sean Bratches beberapa waktu lalu.

Baca: Banjir Air Mata Final US Open 2018

Sontak, keputusan tersebut memunculkan pro dan kontra. Penasihat F1, Bernie Ecclestone bahkan terang-terangan merasa heran dengan keputusan Liberty Media.

Profesi grid girls saat ini bisa dibilang berada di posisi pelik. Di satu sisi, masih banyak kalangan menganggap grid girls dibutuhkan, namun ada juga yang menganggap bisa mengobyektifikasi wanita.

Nah, jelang F1GP Singapura akhir pekan ini, kabarnya grid girls akan dimunculkan kembali. Seperti dilaporkan Yahoo Lifestyle Singapore, awak kabin wanita Singapore Airlines yang akan bertugas di GP Singapura.

Seorang Expert Public Relationship di Singapura, Dean Shams mengatakan, kehadiran Singapore Girl memberikan nilai tambah tersendiri bagi perhelatan GP Singapura.

“Liberty Media melihat grid girls sebagai bentuk seksisme karena mereka biasanya memancarkan pesona seksual dengan pakaian mereka yang minim. Memang, mereka ingin dilihat sebagai merek progresif,” kata Dean dikutip PlanetF1, Senin 10 September 2018.

“SIA, dan Singapura, di sisi lain, melihat gadis Singapura sebagai ikon lokal. Dalam hal itu, mereka sepertinya cocok untuk mewakili keunikan dan keramahan Singapura,” ujar Dean. (PlanetF1)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Peringatan Hari Olahraga Nasional Berlangsung Meriah di Solo

(ASM)

Mercedes Siapkan Pabrik Terbaik untuk Mengamankan Juara F1

CEO dan Tim Prinsipal Mercedes, Toto Wolff. (Foto: AFP/Georg Hochmuth)

Brackley: Persaingan di papan klasemen pembalap F1 masih sengit. Pembalap Mercedes Lewis Hamilton yang duduk di peringkat pertama hanya terpaut 30 poin dari Sebastian Vettel.

Sadar posisi klasemen bisa berubah, Tim Prinsipal sekaligus CEO Mercedes, Toto Wolff berjanji akan merombak pabrik Mercedes untuk meningkatkan kualitas W09.

Pada balapan terakhir di Italia, Hamilton keluar sebagai juaranya. Namun, saat kualifikasi berlangsung, Ferrari mendominasi grid depan. Hal itu dianggap Wolff bisa mengancam posisi Mercedes.

“Saya sangat bangga dengan kerja yang dilakukan tim. Semua orang yang menangani mesin dan sasis mobil dari Spa hingga Monza,” ujar Wolff seperti dilansir PlanetF1, Senin 10 September 2018.

“Kami telah memahami mobil lebih baik, kami telah memahami ban dengan lebih baik. Kami telah menambahkan kinerja, meskipun sempat tertinggal di sesi kualifikasi. Kami merasa sudah melakukan beberapa pekerjaan yang baik,” sambungnya.

“Kami memiliki mobil yang dapat diandalkan, kami memiliki mobil yang bagus. Tidak ada lecet pada ban kami, tidak seperti Ferrari. Pembalap kami melakukan eksekusi yang brilian,” tutur Wolff.

Baca: Banjir Air Mata Final US Open 2018

Kendati demikian, Wolff merasa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan Mercedes untuk memperlebar jarak dengan tim Kuda Jingkrak.

“Kami akan mengubah seluruh pabrik di Brixworth dan Brackley, untuk meningkatkan kinerja mobil. Kami akan menuju Singapura dengan melakukan yang terbaik,” kata Wolff.

“Apakah itu cukup bagus untuk memenangkan balapan saya belum tahu, tetapi tujuh balapan berikutnya akan menjadi persaingan yang super ketat,” tandasnya. (PlanetF1)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Peringatan Hari Olahraga Nasional Berlangsung Meriah di Solo

(ASM)

Masa Depan Raikkonen Masih Samar

Kimi Raikkonen. (Foto: AFP/Andrej Isakovic)

Maranello: Masa depan Kimi Raikkonen bersama Ferrari masih menjadi perbincangan. Informasi teranyar menyebut, tim Kuda Jingkrak akan mengumumkan masa depan Raikkonen pada Sabtu 8 September.

Chief F1 Ross Brawn juga berkomentar mengenai polemik Raikkonen. Dia mengaku belum tahu apa rencana jangka pendek Raikkonen andai kontraknya tidak diperpanjang Ferrari.

“Saya tidak tahu apa rencana jangka pendek Kimi, apakah dia akan tetap di Ferrari, bergabung dengan tim lain atau meninggalkan F1,” ujar Brawn seperti dilansir Fox Sports, Jumat 7 September 2018.

“Tapi saya berpikir bahwa selama wawancara dengan mantan rekan setimnya Felipe Massa (di podium setelah balapan), dia menjadi sangat emosional menyaksikan lautan fan yang berbondong-bondong di lintasan untuk berdiri di bawah podium dan melantunkan namanya,” sambung Brawn.

Baca: Besok, Masa Depan Kimi Raikkonen Diputuskan

Brawn mengungkapkan, sejak kembali aktif di F1, dia mengaku memerhatikan Raikkonen. Dia pun berharap Raikkonen tidak meninggalkan dunia F1.

“Sejak saya kembali ke F1 tahun lalu, saya melihat Kimi menjadi lebih cerah. Hal itu bisa terlihat dari beberapa hal kecil, seperti menghabiskan lebih banyak waktu untuk melayani tanda tangan atau tersenyum kepada kamera dan fan,” tutur Brawn.

“Tahun ini, dia (Raikkonen) pasti mengemudi lebih baik dari sejak dia kembali ke Ferrari dan mungkin kesempatan untuk menang akan segera datang,” papar Brawn.

Juara dunia 2007 masih berada di peringkat ketiga klasemen pembalap F1. Terakhir, Raikkonen berhasil naik podium kedua di GP Italia. (Fox Sports)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Atlet Balap Kursi Roda Fokus Asah Kecepatan dan Daya Tahan

(ASM)

Besok, Masa Depan Kimi Raikkonen Diputuskan

Maranello: Masa depan Kimi Raikkonen masih samar. Sampai saat ini, Ferrari belum memutuskan apakah akan memperpanjang atau mengakhiri kontrak Raikkonen.

Kontrak pembalap Finlandia itu berakhir pada akhir musim ini. Berdasarkan laporan Fox Sports, tim Kuda Jingkrak akan mengumumkan masa depan Raikkonen besok, Sabtu 8 September WIB.

Sebelum pengumuman dilakukan, beredar informasi di Italia, Chairman anyar Ferrari John Elkann bakal mengakhiri kontrak Raikkonen. Namun, ketika dikonfirmasi dari Ferrari, belum ada keputusan pasti.

Isu yang beredar, pembalap Charles Leclerc yang menjadi kandidat kuat pengganti Raikkonen. Dia disebut akan mendampingi Sebastian Vettel untuk line up Ferrari pada 2019.

Baca: Atletik Jamin Tiga Emas di Asian Para Games 2018

Raikkonen yang berusia 38 tahun itu merupakan pembalap kawakan di ajang jet darat. Memulai debutnya bersama Sauber pada 2001, Raikkonen mampu mempertahankan eksistensi sampai saat ini.

Raikkonen sempat meninggalkan F1 pada 2009 dan mencoba tantangan di dunia reli. Namun, dia kembali ke F1 pada 2012 dan bergabung dengan Lotus.

Juara bertahan F1, Lewis Hamilton tak memungkiri menjadi fan Raikkonen. Menurutnya, Raikkonen masih bisa bersaing di balapan kompetitif meski tidak muda lagi.

“Saya tidak bisa merahasiakan sebelum masuk F1, ketika saya bermain play stasion, saya selalu memilih Kim di McLaren da membayangkan bisa seperti dia,” ujar Hamilton dikutip Fox Sports, Jumat 7 September 2018.

“Dia (Raikkonen) memiliki karier yang luar biasa dan merupakan suatu kehormatan bisa balapan bersama Kimi. Dia masih punya banyak kesempatan pada tahun-tahun mendatang, dia tidak terlihat menua,” tutur Hamilton.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Atlet Balap Kursi Roda Fokus Asah Kecepatan dan Daya Tahan

(ASM)

Hamilton Juara GP Italia

Monza: Juara bertahan Formula 1, Lewis Hamilton, sukses menaiki podium utama GP Italia yang dihelat pada Minggu 2 September. Driver Mercedes itu diikuti Kimi Raikkonen dan rekan satu timnya, Valtteri Bottas, di urutan kedua dan ketiga.

Hamilton memenangkan balapan seri ke-14 F1 2018 tersebut dengan catatan waktu 1 jam 16 menit 54,484 detik. Padahal, pembalap berusia 33 tahun itu berangkat dari urutan kedua di starting grid.

Raikkonen yang memulai balapan dari posisi pertama tak mampu mempertahankan posisinya. Ia hanya mampu membuntuti Hamilton dengan jarak 8,705 detik dan diikuti Bottas dengan selisih 14,066 detik.

Sementara itu, pesaing terberat Hamilton di klasemen pembalap sementara, Sebastian Vettel, tidak cukup kompetitif pada balapan di sirkuit Autodromo Nazionale Monza tersebut. Pembalap andalan Ferrari itu berakhir di urutan keempat usai memulai balapan dari posisi yang sama.

Ini menjadi kemenangan keenam bagi Hamilton sepanjang musim 2018. Prestasi itu melampaui Vettel yang berselisih satu kemenangan balapan.

(PAT)

Raikkonen Pecahkan Rekor saat Rebut Pole Position

Kimi Raikkonen saat melakoni kualifikasi F1GP Italia. (Miguel MEDINA / AFP)

Monza: Kimi Raikkonen tampil menawan pada kualifikasi F1GP Italia yang berlangsung di Sirkuit Autodromo Nazionale Monza, Sabtu 31 Agustus. Saat itu, dia memecahkan rekor waktu tercepat untuk memastikan pole position.

Raikkonen yang tergabung dengan tim Ferrari berhasil menyelesaikan kualifikasi ketiga dengan catatan waktu 1 menit 19.119 detik. Kecepatannya tertinggi yang ditorehkan untuk melahap satu putaran sirkuit mencapai 163.785mph. 

Klik: Tertimpa Perahu, Atlet Layar Indonesia Dilarikan ke Rumah Sakit

Menurut skysports.com, pencapaian itu berhasil melewati torehan waktu dan kecepatan Juan-Pablo Montoya yang merupakan pemilik rekor sebelumnya. Rekor itu diraih Montoya ketika memainkan kualifikasi GP Italia di Sirkuit Monza pada 2004 silam.

Sebastian Vettel yang juga pembalap Ferrari menyegel posisi start kedua karena berselisih 0.161 detik dengan Raikkonen. Sementara itu, sang pemuncak klasemen sementara Lewis Hamilton harus rela memulai balapan dari urutan ketiga. 

Klik: Sampah Laut Ancol Warnai Kegagalan Tim Layar Indonesia

Meski gagal lebih cepat ketimbang Raikkonen dan Vettel, Hamilton diyakini tetap menjadi lawan berat pada balapan esok hari. Sebab, waktunya saat kualifikasi ketiga tercatat 1 menit 19.294 detik atau berselisih 0.175 detik dengan Raikkonen.

Rekan setim Hamilton di Mercedes, Valtteri Bottas, tidak mau kalah tampil apik dengan menyegel posisi keempat dan berselisih waktu kurang dari sedetik dengan Raikkonen. Torehan itu ia raih setelah menyelesaikan 18 putaran. 

Berikut hasil lengkap kualifikasi F1GP Italia:

(KAU)

Alonso Kembali ke F1 Setelah Musim 2019?

Woking: Pembalap McLaren, Fernando Alonso, baru saja menyatakan dirinya akan meninggalkan Formula 1 mulai musim 2019. Namun, pensiunnya bisa bersifat sementara saja.

Hal itu juga dinyatakan sendiri oleh Alonso yang mengumumkan rencana pensiunnya dari F1 pada Selasa 14 Agustus. Peraih dua kali juara dunia F1 itu sekaligus berterima kasih setelah hampir lima tahun bersama McLaren.

Akan tetapi Alonso masih membuka peluang kembali kelas utama balap mobil tersebut. Syaratnya, pembalap berusia 37 tahun itu ingin McLaren mampu berkembang pesat.

Baca: Fernando Alonso Tinggalkan F1 pada Akhir Musim Ini

“Hati saya bersama tim selamanya. Saya tahu mereka akan kembali lebih kuat lagi dan lebih baik di masa depan. Saat itu terjadi, mungkin waktu yang tempat untuk saya kembali (ke F1). Saya akan sangat senang,” kata Alonso.

“Saya sudah membangun hubungan luar biasa dengan orang-orang McLaren dan mereka memberikan saya kesempatan berkompetisi. Saya merasa seperti pembalap yang lebih komplet dari sebelumnya,” lanjut dia.

Sejak bergabung dengan McLaren pada 2015, Alonso belum mampu mempersembahkan satu pun podium. Kemenangan terakhir dalam kariernya di F1 ia raih saat masih bersama Ferrari pada Mei 2013.

Prestasi paling mentereng Alonso terjadi saat ia masih bersama Renault dari 2003 hingga 2006. Ia mampu menyabet gelar juara dunia berturut-turut (2005 dan 2006) mengalahkan rivalnya saat itu, Michael Schumacher.

(ASM)