Bos Mercedes Jamin Masa Depan Ocon

Brackley: Kepala tim Mercedes Toto Wolff mencoba angkat bicara soal masa depan pembalap juniornya, Esteban Ocon. Ia menjamin masa depan pembalap asal Prancis tersebut aman.

Masa depan Ocon memang sedang menjadi pertanyaan saat ini. Pembalap 22 tahun tersebut dikabarkan akan didepak Force India pada akhir musim 2018. Beredar rumor, bos Force India Laurence Stroll ingin membawa puteranya, Lance Stroll bergabung dengan timnya. 

Ancaman mangkir dari F1 pada musim depan pun menghampiri Ocon. Sebab, belum ada tim tertarik mendatangkan pembalap akademik Mercedes ini. Termasuk tim-tim seperti Red Bull dan McLaren. Keduanya mengurungkan niat untuk memboyong Ocon karena memiliki hubungan buruk dengan Mercedes.

Baca: Per Hari Ini, Tiket Pembukaan Asian Para Games 2018 Dijual

“Tidak akan kami biarkan Ocon dilepas dalam satu juta tahun. Sebab, suatu hari ia akan berada di Mercedes dan memenangkan perlombaan dan kejuaraan untuk membuat tim-tim lain menyesal,” ujar Wolff.

“Semua kabar pada tahun ini dan bulan Juli dan Agustus tidak dapat dipercaya. Ada begitu banyak politik, kebohongan, dan tidak semua pembalap punya masa depan di dunia balap. Ocon mungkin akan menjadi salah satunya. Tetapi, kami akan menjaganya. Ia adalah salah satu bintang masa depan. Saya yakin 100 persen,” lanjutnya.

Ocon bergabung dengan Force India pada 2018. Sejauh ini, Ocon mampu menempati peringkat ke-11 klasemen pembalap dengan mengoleksi 45 poin. (Crash)

Video: Kursi Roda Tim Basket RI Tak Layak untuk Tanding

(ACF)

Unggul 40 Poin, Hamilton Enggan Sesumbar

Brackley: Lewis Hamilton sukses memenangkan GP Singapura pada Minggu 16 September. Kemenangan ini telah menghidupkan kans pembalap Mercedes itu juara pada F1 2018.

Berkat kemenangan di GP Singapura, Hamilton menempati puncak klasemen sementara dengan mengoleksi 281 poin. Ia unggul 40 poin dari rival terdekatnya, Sebastian Vettel.

Namun, hal itu tidak membuat Hamilton sesumbar. Ia merasa posisinya ini masih belum aman. Bahkan, pembalap asal Inggris tersebut bertekad untuk meraih kemenangan dalam enam balapan tersisa pada musim ini.

Baca: Farhan: Indonesia, Bersiaplah Demam Asian Para Games 2018

“Tidak perlu bagi saya untuk berpikir menggunakan strategi ini atau itu pada balapan berikutnya. Dalam pikiran saya, saya harus memenangkan setiap balapan,” ujar Hamilton.

“Saya datang ke balapan untuk menang dan akan ada balapan-balapan lebih sulit setiap akhir pekan. Contoh saja akhir pekan lalu di Singapura. Kami diprediksi akan kesulitan. Tetapi, kami masih memiliki keyakinan untuk menang,” lanjutnya.

“Saya ingin memenangkan setiap balapan. Itulah tujuan saya. Tidak perlu melihat hitung-hitungan poin. Tentu saja, saya tidak berpikir unggul 40 poin menjadi keuntungan saat ini. Hasilnya menyenangkan, tetapi ini belum berakhir,” tutur Hamilton. (Crash)

Video: Kursi Roda Tim Basket RI Tak Layak untuk Tanding

(ACF)

Ferrari Belum Siap Arungi F1GP 2021?

Jakarta: Ferrari masih ragu untuk mengarungi ajang F1GP musim 2021. Hal itu diungkapkan CEO Louis Camilleri karena belum ada kesepakatan dengan Liberty selaku grup media raksasa yang mensponsori F1GP.

Baik Ferrari dan Liberty tengah merevisi kesepakatan bernama Concorde Agreement yang berakhir pada 2020 mendatang. Salah satu isi kesepakatan itu menyoal konsep mobil, yang nantinya tentu dievaluasi lagi oleh regulator F1GP.

Akan tetapi, Camilleri menuturkan kesepakatan baru setelah tahun 2020 bakal lebih sulit dari yang dibayangkan. Perbedaan visi misi menjadi penyebabnya.

Sebelumnya, Direktur Ferrari Ross Brawn menilai tiga konsep yang diajukan Liberty kepada petinggi Scuderia, Maurizio Arrivabene, sangat jauh dari kata memuaskan.

Oleh karena itu, Camilleri ingin semua pihak agar mematangkan keinginan satu sama lain. Ini penting mengingat musim 2021 tidak lama lagi.

“Pembicaraan soal hal teknis, finansial, dan aspek-aspek berkenaan dengan regulasi sudah kami lakukan. Kami percaya pada pondasi, itu yang akan menentukan masa depan, tapi visi kami belum menyatu, bisa saya bilang masih jauh dari kata sepakat,” ujar Camilleri dilansir dari planetf1.com.

Konsep mobil menjadi vital perannya karena menentukan estetika sponsorship pada area-area tertentu di badan mobil. Di sisi lain, kebutuhan teknis juga sangat penting, terutama supaya tidak menyalahi aturan dari badan otomotif dunia.

Camilleri sadar bahwa setiap pihak punya kepentingan sendiri. Ia yakin kesepakatan bisa tercapai tepat waktu.

“Saya tetap optimistis segalanya bisa rampung, tapi saya ingin menegaskan bahwa Ferrari ingin menjadi kompetitor wahid di F1 dan motorsport lain. Jelas ada conflicts of interest saat ini. Sepele saja, Liberty ingin meraup banyak uang, kami pun demikian. Ini biasa, waktu akan menjawab,” pungkasnya.

Video: Review Kemenangan Dramatis Inter dan Liverpool
 

(KAU)

Klasemen Pembalap Usai GP Singapura

Lewis Hamilton (tengah) makin nyaman di puncak klasemen usai menjuarai GP Singapura (Foto: AFP/Manan Vatsyayana)

Singapura: Pembalap Mercedes Lewis Hamilton tampil sebagai pemenang pada GP Singapura, Minggu 16 September. Pada balapan tersebut, pembalap asal Inggris itu sukses finis di urutan pertama dengan catatan waktu 1 jam 51 menit 11,611 detik.

Hamilton tampil impresif pada balapan yang digelar di Sirkuit Marina Bay itu. Ia sukses mempertahankan posisi pertama dari awal hingga garis finis balapan.

Baca: Juara di GP Singapura, Hamilton Kian Nyaman di Puncak Klasemen

Dominasi Hamilton juga semakin terlihat setelah melihat perbedaaan jarak waktunya dengan rival-rivalnya. Terutama dengan Max Verstappen dan Sebastian Vettel yang finis di posisi kedua dan ketiga.

Perbedaan waktu Hamilton dengan Verstappen mencapai 8,961 detik. Sementara itu, Hamilton unggul lebih jauh dari Vettel. Jarak waktu keduanya, yakni 39,945 detik.

Dengan kemenangan ini, Hamilton berhasil memperlebar jarak dengan Sebastian Vettel di posisi klasemen pembalap F1 2018 sementara. Hamilton yang berada di posisi puncak klasemen telah mengoleksi 281 poin dan unggul 40 poin dari Vettel.

Berikut klasemen pembalap F1 2018 sementara usai GP Singapura, Minggu 16 September:

Video: Warisan Asian Games 2018

(PAT)

Juara di GP Singapura, Hamilton Kian Nyaman di Puncak Klasemen

Singapura: Pembalap Mercedes Lewis Hamilton memastikan diri menjadi yang terbaik pada GP Singapura, Minggu 16 September. Ia sukses finis di urutan pertama, mengalahkan Max Verstappen dan Sebastian Vettel.

Hamilton melaju hampir tanpa hambatan pada balapan yang digelar di Sirkuit Marina Bay itu. Buktinya, pembalap asal Inggris tersebut mampu mempertahankan posisi pertama sejak awal start hingga garis finis dengan catatan waktu 1 jam 51 menit 11,611 detik.

Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Verstappen. Ia tertinggal cukup jauh dari Hamilton, yakni 8,961 detik.

Baca: Marcus/Kevin Kumandangkan Indonesia Raya di Jepang

Sedangkan rival Hamilton, Vettel harus puas menempati posisi ketiga. Perbedaan Vettel dengan Hamilton sangat jauh. Vettel tertinggal 39,945 detik dari Hamilton.

Ini menjadi kemenangan ketujuh Hamilton pada F1 2018. Sebelumnya, enam kemenangan didapatnya di GP Azerbaijan, GP Spanyol, GP Prancis, GP Jerman, GP Hungaria, dan GP Italia.

Berkat kemenangan ini, Hamilton pun semakin nyaman di puncak klasemen pembalap F1 2018 sementara dengan mengoleksi 281 poin. Kini, ia unggul 40 poin dari Vettel yang berada di posisi kedua.

Berikut hasil lengkap GP Singapura, Minggu 16 September:

Video: Warisan Asian Games 2018

(PAT)

Lewis Hamilton Pimpin Lomba F1 GP Singapura

Lewis Hamilton melakukan pose usai meraih catatan waktu tercepat di sesi kualifikasi F1 GP Singapura (Foto: F1)

Singapura: Lewis Hamilton mengklaim pole position setelah sukses menjadi yang tercepat pada sesi kualifikasi Formula 1 GP Singapura, Sabtu 15 September. Pembalap Mercedes tersebut mampu mengitari Sirikut Marina Bay hanya dalam waktu 1 menit 36.015 detik.

Catatan itu bukan hanya tercepat di sesi kualifikasi ini, melainkan mengalahkan waktu terbaik yang dilakukan pesaingnya dalam perebutan juara dunia, Sebastian Vettel pada 2017.

Hamilton menyebutnya itu hasil yang ajaib. Sedangkan Bos Mercedes Toto Wolf menganggap putaran yang dilahap Hamilton adalah lap epik yang pernah diraihnya. Lebih hebatnya lagi, ini merupakan pole position ketujuh Hamilton pada musim 2018.

Hamilton akan memimpin lomba pada balapan besok, setelah unggul 0.319 detik dari pembalap tercepat kedua yang ditempati Max Verstappen. Pembalap Red Bull tersebut mencatatkan waktu 1 menit 36.334 detik.

Sementara Vettel tampak kecewa dengan hasil kualifikasi tersebut, setelah hanya mencatatkan waktu terbaiknya, 1 menit 36.628 detik. 

Di posisi keempat ada rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas. Pembalap Finlandia tersebut hanya mampu mencatatkan waktu terbaiknya, 1 menit 36.702 detik.

Berikut hasil lengkap kualifikasi F1 GP Singapura

Tumbangkan Arema, Persib Kembali Puncaki Klasemen Liga 1

(FIR)

Ferrari Kuasai Sesi Latihan Bebas Ketiga F1 GP Singapura

Singapura: Dua pembalap tim Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen, menguasai jalannya latihan bebas ketiga (FP3) F1 GP Singapura, Sabtu 15 September. 

Sempat menabark dinding pada sesi latihan Jumat 14 September, Vettel tampak berhati-hati memanfaatkan sesi latihan ketiga ini.

Hasilnya, Vettel menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 38.054 detik. Pembalap Jerman tersebut memiliki catatan lebih baik 0.362 detik dari rekannya, Raikkonen, yang berada di posisi kedua.

Sementara posisi ketiga dan keempat ditempati duo Mercedes. Lewis Hamilton berada di posisi ketiga usai mencatatkan waktu 1 menit 38.558 detik. Sedangkan Valtteri Bottas menempati peringkat keempat setelah meraih waktu terbaiknya, 1 menit 38.603 detik.

Menyusul di posisi kelima dan keenam ada rombongan Red Bull Racing. Di situ Daniel Ricciardo harus puas berada di posisi kelima, dan kemudian Max Verstappen berada di peringkat keenam dengan catatan waktu 1 menit 39.265 detik.

Bisa dikatakan sesi ini benar-benar bebas dari insiden, tanpa kontak dengan dinding. Satu-satunya drama kecil datang ketika pembalap Force India, Esteban Ocon melakukan kesalahan di pit lane. Saat ini steward sedang melakukan penyelidikan.

Hasil lengkap sesi latihan bebas ketiga F1 GP Singapura

Atlet Para Games Indonesia Berharap Dukungan Penonton

(FIR)

Raikkonen Berjaya di Sesi Latihan Bebas Formula 1 Singapura

Kimi Raikkonen. (Foto: Jewel SAMAD / AFP)

Singapura: Kimi Raikkonen berhasil keluar sebagai yang terbaik di sesi latihan bebas (FP 2) GP Formula 1 Singapura, Jumat 14 September 2018. Ia mengungguli Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel.

Ini menunjukkan konsistensi Raikkonen dalam dua balapan terakhir. Dua pekan lalu, pembalap Finlandia itu bahkan sukses meraih pole position di GP Monza, Italia.

Kali ini, Raikkonen mencatatkan waktu 1 menit 38,699 detik. Sementara itu, Hamilton berada tipis saja di bekalang Raikkonen dengan perbedaan waktu 0,011 detik.

Nasib naas justru diraih salah satu pesaing kuat Hamilton, Vettel. Ia melakukan kesalahan fatal di tikungan 21 yang menyebabkan dirinya tercecer di urutan ke-9.

Motor Ferrari yang dikendarai Vettel mengalami kerusakan dan mengeluarkan cairan merah di pit stop. Situasi tersebut gagal ditanggulangi dengan baik sehingga harus puas terlempar dari lima besar.

Di posisi ketiga dan empat, ada Max Verstappen dan Daniel Ricciardo. Valtteri Bottas menyusul di posisi kelima.

Berikut hasil lengkap FP2 GP Singapura:

Video: Preview Tottenham vs Liverpool: Momentum Jegal Tren Positif Klopp
 

F1GP Singapura dalam Angka

Sirkuit Marina Bay, Singapura. (Foto: AFP)

Singapura: Perhelatan F1 2018 akhir pekan ini berlangsung di Sirkuit Marina Bay Sand, Singapura. Seri nanti bakal dimanfaatkan Sebastian Vettel untuk memperkecil jarak dengan Lewis Hamilton.

Sampai pekan ke-14, Vettel berada di bawah Hamilton dan terpaut 30 poin. Kondisi kian sulit tatkala pembalap Ferrari itu finis di posisi keempat saat mengaspal di GP Italia. Kala itu, Hamilton finis sebagai podium pertama.

Melihat rekam jejak Vettel di Singapura, bisa dibilang menawan. Saat membela Red Bull, Vettel tiga kali keluar sebagai yang tercepat. Lalu, saat membela Ferrari, Vettel naik podium pertama pada 2015.

Baca: Marcus/Kevin Melangkah ke Semifinal Japan Open

Sedangkan Hamilton, pembalap asal Britania itu berhasil tiga kali juara. Saat dia membela McLaren-Mercedes (2009), dan Mercedes (2014 dan 2017).

Sebelum menyaksikan duel sengit antara Vettel dan Hamilton, berikut ini fakta menarik dikutip Opta jelang F1GP Singapura yang dirangkum dalam angka.

1 – Singapura adalah tuan rumah F1 satu-satunya yang menghelat balapan pada malam hari

23 – Sirkuit Marina Bay memiliki 23 tikungan atau paling banyak dari sirkuit yang masuk kalender F1 musim ini

7 – Tujuh dari 10 balapan terakhir di Singapura dimenangkan oleh pembalap yang meraih pole position

4 – Vettel telah memenangkan empat balapan usai meraih empat pole position di Singapura

27 – Vettel telah memenangkan 27 balapan di Asia

8 – Daniel Ricciardo belum mendapatkan podium dalam delapan balapan terakhir

6 – Kimi Raikkonen selalu meraih podium pada enam balapan terakhir

150 – F1GP Singapura menjadi balapan ke-150 Nico Hulkenberg di F1

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: PB PASI Berikan Bonus Umrah Bagi Atlet Peraih Medali Asian Games

(ASM)

Mengenang Masa Indah Raikkonen di Ferrari

Maranello: Kebersamaan Kimi Matias Raikkonen dengan Ferrari berakhir. Pembalap Finlandia itu sudah memutuskan bergabung dengan tim Sauber musim depan.

Kiprah Raikkonen di pentas jet darat bisa dibilang panjang dan berliku. Bergabung dengan Sauber pada 2001, Raikkonen sempat banting stir menjajal dunia reli dan nascar.

Akan tetapi, kecintaaannya dengan dunia F1 membuat The Iceman kembali lagi pada 2012. Dia bergabung dengan tim Lotus selama dua musim dan akhirnya kembali pulang ke Ferrari.

Ferrari menjadi salah satu tim paling berkesan untuk Raikkonen. Bagaimana tidak. Pembalap 38 tahun itu mencicipi gelar juara dunia bersama tim Kuda Jingkrak pada 2007.

Kemenangan Raikkonen terjadi dengan dramatis. Sebab, dua pesaing lain Lewis Hamilton dan Fernando Alonso tidak membiarkan Raikkonen melaju mulus. Sejak race pertama di GP Australia, ketiga pembalap saling menunjukkan performa terbaik. Namun, Raikkonen mampu keluar sebagai juara di Australia.

Berlanjut pada seri kedua, giliran Alonso yang merebut podium pertama. Sedangkan Raikkonen berada di posisi ketiga dan Hamilton di posisi kedua.

Baca: Raikkonen Hengkang, Ferrari Rekrut Charles Lelerc

Pada dua seri balapan terakhir, di sinilah mental Raikkonen diuji. Saat mengaspal di GP Tiongkok dan Brasil, Raikkonen berhasil meraih podium pertama. Sedangkan Hamilton gagal menyelesaikan lomba di Tiongkok dan finis di posisi ketujuh di GP Brasil. Sementara Alonso, hanya finis di posisi kedua saat di Tiongkok dan ketiga di GP Brasil.

Hasil tersebut akhirnya mengantarkan Raikkonen menjadi juara F1 2007. Dia mendulang 110 poin atau unggul satu poin dari Hamilton dan Alonso yang meraih 109 poin.

Kini, Raikkonen tidak lagi membela Ferrari mulai musim depan. Segenap tim Ferrari pun berterima kasih atas semua hal yang diberikan oleh Raikkonen selama beberapa tahun terakhir.

“Selama beberapa tahun belakangan, kontribusi Raikkonen kepada tim, baik sebagai pembalap atau pun di luar pekerjaannya, merupakan suatu dasar buat kami,” ujar Tim Prinsipal Ferrari Maurizio Arrivabene.

“Ia (Raikkonen) menjadi peran penting dalam pertumbuhan tim dan pada saat bersamaan, selalu menjadi pembalap hebat untuk tim. Sebagai juara dunia untuk Ferrari, ia akan selalu menjadi bagian dari sejarah dan keluarga tim. Kami berterima kasih kepada Raikkonen untuk semua ini. Kami mengharapkan yang terbaik untuknya dan keluarganya pada masa depan,” sambungnya.

Video: Tekan Rem Lawan, Romano Fenati Dipecat Marinelli Snipers

(ASM)